Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Musi Rawas Kembali Terima Hibah Aset Kemen PUPR Senilai Rp 42 M

Musi Rawas Kembali Terima Hibah Aset Kemen PUPR Senilai Rp 42 M

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 25 Mei 2018
  • visibility 106

JAKARTA – Setelah November 2017 lalu, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menerima Hibah Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp 38,570 Milyar, Jum’at (25/05/2018), Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan kembali menandatangani hibah BMN atas 9 Item Aset senilai Rp 42,658 M.

Naskah dan Berita Acara Hibah BMN ini ditandatangani oleh Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir Sri Hartoyo, Dipl, SE,ME dengan Bupati Musi Rawas di Pendopo Kementerian PUPR, Jakarta.

Penandatangan Naskah dan Berita Acara ini juga diikuti daerah penerimah hibah BNM sebanyak 195 daerah terbagi atas 4 Provinsi, 36 Kota dan 155 Kabupaten.

Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo dalam sambutanya mengatakan aset yang diserahkan ke daerah selanjutnya akan menjadi tanggungjawab Pemda karena BMN tersebut telah menjadi aset daerah. Untuk biaya operasional dan perawatan dibebankan kepada APBD.

Diungkapkan Dirjen Cipta Karya, Aset yang diserahkan dengan total nominal sebesar Rp 1,563 T agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya, seperti truck air untuk memenuhi atau melayani kebutuhan air masyarakat.

Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan disela-sela acara mengucapkan terimah kasih kepada Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR dan bersyukur kepada Allah SWT atas telah diserahkan aset ini ke Pemkab Musi Rawas.

Dengan diserahkan aset ini diharapkan OPD terkait segera mengecek kondisi dan dapat lebih mengoptimalkan pengelolaan serta memanfaatan aset tersebut sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakar dapat terwujud.

Mengakhiri, Bupati berharap kepada Masyarakat agar dapat memanfaatkan dan merawat aset ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat terus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya (PUCK) Musi Rawas, Ristanto Wahyudi, ST menerangan bahwa penyerahan aset ini merupakan untuk yang kedua kalinya, dengan total aset sebanyak 32 item dengan nilai keseluruhan aset mencapai Rp 81 milyar.

Pada tahun 2017 lalu sebanyak 23 item dengan total nilai aset Rp 38,570 M dan untuk saat ini 9 item aset dengan nilai Rp 42,658 Milyar.

Adapun 9 item aset yang dihibahkan dibidang pengembangan sistem penyediaan air minum yang dibangun dari tahun anggaran 2009 hingga 2014.

Dijelaskan Ristanto, dengan diserahkannya aset BMN ini ke Pemkab Mura maka untuk pemeliharaan dan pengoperasian termasuk perawatan selanjutnya akan dibiayai oleh APBD Musi Rawas.(*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isa Sigit Inginkan Pembangunan Muratara dengan Hati Nurani

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sebagai kabupaten yang baru memisahkan diri dari kabupaten induk yakni kabupaten Musi Rawas (Mura) sangat memerlukan pembangunan diberbagai bidang, baik secara fisik atau infrastruktur agar bisa menjadi kabupaten yang mandiri. Sebagaimana yang di cita-citakan bakal calon Bupati Muratara periode 2015-2020, Drs H Mohd. Isa Sigit, S Ip, MM Kabupaten Muratara harus dapat melepaskan […]

  • MTQ Tingkat Kota Lubuklinggau XV Dijadwalkan Awal Februari

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XV Tingkat Kota Lubuklinggau dijadwalkan akan digelar awal Februari 2020. Kepastian itu diungkapkan Asisten III Setda Kota Lubuklinggau, H Kahlan Bahar saat pimpin rapat persiapan MTQ XV di Op Room Dayang Torek, Kamis (16/1/2020). Kahlan Bahar menjelaskan acara pembukaan akan dipusatkan di Masjid Agung As-Salam, ada 8 cabang […]

  • Optimalisasi Peternakan dan Perkebunan, Bupati Hadiri FGD Kemenko Perekonomian

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) sinergi program pengembangan potensi lokal Sektor Peternakan (Sapi, Kambing dan Bebek ) dan Sektor Perkebunan (Serai Wangi), Kamis (25/7). Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Dafam Lubuklinggau tersebut hadiri Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Ekonomi Kawasan Kemenko Perekonomian Khaerul Salaeh, bersama […]

  • Proyek Pengerasan Jalan Simpang Periuk Ditumbuhi Rumput

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Proyek Pengerasan Jalan Simpang Periuk 2017, Dinas PU Kota Lubuklinggau yang menelan dana miliaran rupiah, kondisinya kini sudah ditumbuhi rumput. “Proyek pengerasan jalan, ukuran panjang sekitar 500 m, lebar 8 m, senilai Rp 1,9 miliar baru selesai dikerjakan sekitar 2 bulan, hampir setiap badan jalan dilokasi tersebut sudah ditumbuhi rumput setinggi 40 sampai […]

  • Sekda Kota Lubuklinggau Buka Pameran Keliling Museum Negeri Sumsel

    • calendar_month Sel, 8 Des 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H A Rahman Sani hadiri kegiatan pembukaan pameran keliling Museum Negeri Sumatera Selatan yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Museum Subkos Garuda Sriwijaya, Lubuklinggau.Selasa (8/12). Sekda mengatakan memang saat ini banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, salah satunya […]

  • Mendes Minta Kades Jangan Main-main dengan Dana Desa

    • calendar_month Sab, 5 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meminta para kepala desa untuk tidak main-main dengan pengelolaan dana desa. “Saya ingatkan kepada semua pemangku kepentingan terhadap desa dan dana desa agar tidak main-main lagi dalam pengelolaan dana desa, karena pemerintah akan mengawasi dengan ketat,” ujar Eko di Jakarta, Jumat. […]

expand_less