Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Pokja REDD+ Tidak Ada Anggaran. PDNRI : Mustahil

Pokja REDD+ Tidak Ada Anggaran. PDNRI : Mustahil

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2015
  • visibility 97

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Untuk mengambil langkah strategis mengatasi perubahan iklim (menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca), Pemerintah Kabupaten Musi Rawas telah membentuk tim koordinasi pelaksanaan Program Kerja (Pokja) Reducing Emissions From Deforestation And Forest Degradations (REDD+).

Akan tetapi sangat miris, berdasarkan keterangan Ketua  Pokja, Tri Retiyanto kepada Jurnalindependen.com, Rabu (03/06/2015) dikantornya, Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas, bahwa pihaknya tidak ada anggaran dalam melaksanakan program tersebut.

“Kita tidak memiliki anggaran, semuanya dari pihak ketiga yakni dari Locally Appropriate In Indonesia (LAMA – I), yang didukung langsung  oleh Danish International Development Agency (DANIDA) diinisiai oleh World Agroforestry Center (ICRAAF) bekerja sama dengan Deutsche Geselischaft For Internationale Zummenarbeit (GIZ), Center For Climate Risk and Opportunity Management In Southeast Asia and Pacific, Bogor Agriculture University (CCROM – IPB).

Dalam melaksanakan program ini mereka (pihak ketiga) yang menyiapkan, kita beruntung mendapatkan itu, karena kalau kita yang mengeluarkan dana sudah berapa. Ini, kita bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu,” kata Tri Retiyanto yang juga merupakan Sekretaris Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas.

Diketahui sebelumya Pemkab Musi Rawas melalui Pokja REDD+ bekerja sama dengan LAMA – I telah melakukan 17 aksi mitigasi ditujukan untuk mempertahankan tutupan hutan pada elevasi tinggi sepanjang bukit barisan seperti  kawasan hutan dalam dan sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dan melakukan perlindungan terhadap kawasan hutan lindung, serta rehabilitasi lahan kritis dan pengelolaan tata guna lahan berkelanjutan pada kawasan hutan, perkebunan dan areal pertambangan.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pemantau Dana Negara Republik Indonesia (PDNRI), Ahmad Rudi mengatakan tidak mungkin Tim Pokja dibentuk tidak ada anggaran dari Pemkab Musi Rawas, karena setiap tim yang dibentuk pasti melalui SK Bupati, penugasan tersebut pasti ada anggarannya.

“Mustahil. Tidak mungkin tim pokja tersebut tidak ada anggaran, dan hanya mengandalkan pihak ketiga. Bagi kami itu mustahil,” kata Ahmad Rudi. (fs)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSTI Siapkan Atlet Jelang Kejurda

    • calendar_month Ming, 22 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Lubuklinggau tengah menyiapkan para atletnya guna menghadapi digulirkannya ajang olahraga bergengsi tingkat Propinsi (PorProp) dan kejuaran Daerah (kejurda) pada pertengahan Maret 2017 mendatang. Post Views: 1,096

  • Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    JAKARTA — Dua kali pelaksanaan pemilu dengan sistem pemilihan langsung dinilai berbiaya mahal. Partai politik peserta pemilu akan mengusulkan untuk mengembalikan sistem pemilihan dengan proporsional tertutup. Bahkan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga menganggap sistem pemilihan langsung memiliki banyak kelemahan. Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, salah satu kelemahan paling krusial dari sistem pemilihan langsung ini adalah […]

  • Calon Independen Harus Serahkan Persyaratan Dukungan

    • calendar_month Sen, 11 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan yang maju pilkada melalui jalur perseorangan atau independen harus menyerahkan persyaratan dukungan ke Komisi Pemilihan Umum pada 22 November 2017. Post Views: 504

  • LPSK Siap Lindungi Wartawan Korban Kekerasan Saat Liputan

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan kepada jurnalis yang menjadi korban tindak kekerasan saat meliput unjuk rasa penolakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturaden, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beberapa hari lalu. “Kami tengah upayakan menjalin komunikasi dengan jurnalis yang menjadi korban kekerasan di Banyumas,” kata Ketua […]

  • Warga RT 09 Kelurahan Taba Pingin Pilih Swadaya Perbaiki Jalan

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Melihat kondisi jalan yang belum mendapatkan perhatian, Warga Rt 09 kelurahan Taba Pingin Kota Lubuklinggau berinisiatif melakukan gotong royong dalam rangka perbaikan jalan tepatnya di jalan Indah Rt 09 kelurahan Taba Pingin, Minggu 21 juni 2020. Gotong royong ini dilakukan dengan cara swadaya murni dari beberapa warga rt 09 dan dipimpin langsung […]

  • Fungsi KIM Meluruskan Kesalahpahaman Masyarakat

    • calendar_month Sel, 3 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.co.id – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah lembaga masyarakat yang berfungsi mengelola informasi dan komunikasi antar-warga masyarakat. Menurut Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Musi Rawas, M Rozak KIM sangat perlu dibentuk agar dapat memberikan kepahaman kepada masyarakat tentang hal-hal yang benar. “Banyak kesalah pahaman dimasyarakat yang perlu diluruskan. Fungsi KIM merupakan jembatan […]

expand_less