Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Bupati Paparkan Kondisi Musi Rawas kepada Menteri PDTT

Bupati Paparkan Kondisi Musi Rawas kepada Menteri PDTT

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 27 Feb 2018
  • visibility 84

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terus menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk ikut serta membangun daerah sehingga lepas dari status daerah tertinggal.

Diruang Kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, Selasa, (27/02/2018) Bupati Musi Rawas memaparkan kondisi umum kabupaten Musi Rawas termasuk potensi dan persoalan yang ada serta solusi yang ditawarkan berupa dukungan dari Kementerian untuk pembangunan Musi Rawas.

Paparan yang dihadiri langsung oleh Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo yang didampingi Sekertaris Jendral Kementerian (Setjen) , Direktur Jendra (Dirjen), Direktur dan Staf Ahli Kementerian berlangsung dengan lancar dan penuh dengan keceriaan serta direspon langsung oleh Menteri Eko Putro Sandjojo dengan langsung membentuk tim percepatan pembangunan Kabupaten Musi Rawas sehingga dirinya optimis dan menargetkan dalam waktu dekat Kabupaten Musi Rawas akan terlepas dari statusnya sebagai daerah tertinggal.

Dikatakan Menteri Desa PDTT, Kabupaten Musi Rawas telah menjadi target pihaknya agar daerah ini terlepas dari status daerah tertinggal yang telah belasan tahun disandangnya.

Untuk mewujudkan ini, pihaknya akan membentuk Tim Khusus yang akan terus berkoodinasi dengan Tim Kabupaten Musi Rawas untuk merumuskan program-program yang dapat di implementasikan di daerah itu.

Tidak hanya itu, kata Menteri pihaknya juga akan mengajak seluruh Kementerian dan BUMN serta pihak swasta untuk sama-sama membangun Musi Rawas sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Seperti untuk persoalan infrastruktur pihaknya akan berkoodinasi dengan Kementrian PUPR, untuk lingkungan hidup dan kehutanan akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk persoalan pertanian dan perkebunan akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait.

Selain dari unsur Kementerian, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BUMN untuk berperan dalam dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk pertanian padi, pihaknya akan meminta kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mendirikan Gudang Bulog dan industry pengelolaan gabah/beras sehingga harga gabah/beras di tingkat petani dapat lebih tinggi.

Selain itu pihak Swasta yang telah menanamkan investasinya di Kabupaten Musi Rawas agar ikut serta dan berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat seperti membuat industri hilir komoditi rakyat seperti Karet dan Sawit.

Keinginan besar ini, kata Menteri Desa PDTT bukan tidak beralasan, selain status daerah yang masih tertinggal, juga karena Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan sangat intens dalam memperbaiki dan memajukan daerahnya ditambah Sumberdaya Alam Musi Rawas yang sangat melimpah.

Dengan Semangat Membangun Bupati dan kekayaan alam yang ada, tidak sepantasnya Musi Rawas masih berstatus tertinggal.

Dalam paparan itu, ada beberapa usulan Program yang dapat diterapkan di Kabupaten Musi Rawas seperti di Bidang Pertanian dan Perikanan dengan Program Utama Peningkatan Infrastruktur Pertanian dan Perikanan, Pengembangan Ekonomi Kreatif Industri pangan olahan dan industri rumah tangga, Peralatan Produksi dan kemasan produk kawasan serta Program Pendukung lainnya.

Sedangkan untuk Bidang Kawasan Pedesaan Daerah Tertinggal khususnya produk unggulan Komoditi Karet, dihadapan Menteri Desa PDTT, Bupati mengajukan Program Utama seperti Pembangunan Embung Kawasan, Pengembangan Kawasan Sistem pertanian terpadu berbasis tanaman perkebunan serta peralatan produksi dan pengemasan prodduk kawasan ditambah dengan program pendukung lainnya.

Dari usulan program ini, target yang ingin dicapai diantaranya meningkatkan produksi padi dari 388.329 Ton GKG Ton GKG menjadi 440.347 Ton GKG dan produktifitas padi dari 5,922 Ton/Ha GKG Menjadi 5,950 Ton/Ha GKG serta surplus beras dari 191 ribu ton menjadi 277 ribu ton.

Meningkatkan indeks pertanaman dari rata-rata 2,66 menjadi 2,75 dan pada akhirnya meningkatkan Pendapatan petani padi dari Rp. 7.785.000 per Ha/MT menjadi Rp. 9.000.000 per Ha/MT (Meningkat Rp. 1.215.000 per Ha/MT).

Di sektor perkebunan target yang akan dicapai dapat meningkatkan Produksi Karet dari 122.441,2 ton menjadi 159.228 ton, meningkatakan Produktivitas karet dari 1,42 ton/ha menjadi 1,46 ton/ha,

Peningkatan kualitas karet dari KKK 42% menjadi KKK 80%, Peningkatan pendapatan petani karet dari Rp. 13.000.000 menjadi Rp. 26.000.000 ha/tahun dan menurunkan tingkat kemiskinan dari 14,24% menjadi 12,41% serta pada akhirnya Status Musi Rawas Daerah Tertinggal dapat terentaskan.

Sebelumnya, pada saat kunjungan Mentri Desa PDTT ke Kabupaten Musi Rawas, (19/02/2018) lalu bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar ke Desa Marga Baru dan Desa Semeteh Kecamatan Muara Lakitan untuk meresmikan Embung Desa Marga Baru dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Stadion Semeteh, Menteri Desa PDTT mengundang Bupati Musi Rawas untuk melakukan paparan terkait dengan kondisi musi rawas dan rencana program–program yang akan dilaksanakan. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Assisten II Setda Mura Buka Seminar Jurnalistik

    • calendar_month Sab, 8 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Musi Rawas, – Asisten II Setda Kabupaten Musi Rawas, Syaiful Anwar Ibna membuka secara langsung acara Seminar Jurnalistik, di Hotel Smart Lubuklinggau, Sabtu (08/12). Dalam sambutannya dirinya menyampaikan, selamat datang kepada narasumber di Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan seminar ini, sangatlah penting untuk diikuti bagi para peserta, terkhusus kepada rekan-rekan wartawan. Berbicara tentang jurnalistik lanjutnya, tingkatan […]

  • Resahkan Warga, Bandar Sabu Muratara Diringkus

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Terhenti sudah sepak terjang,  Heriyanto (44) pemuda warga Dusun IV Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit Kabupaten Musirawas Utara (Muratara). Betapa tidak, setelah sekian lama resahkan warga. Pria diduga Bandar sabu-sabu, tak berkutik diringkus tim reserse narkotik (Restik) Sat-Narkoba Polres Mura,  Kemarin (4/7) malam 19.30 wib. Terbongkarnya kedok tersangka, merupakan hasil penyelidikan […]

  • Musi Rawas Raih Peringkat VII IGA 2019 Sebagai Kabupaten Innovatif

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) untuk yang ketiga kalinya mendapatkan penghargaan dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA), tingkat Nasional dari Kementerian Dalam Negeri. Setelah tahun 2017 dan 2018, kali ini untuk Tahun 2019 kembali meraih penghargaan tersebut. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyerahkan langsung penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2019 […]

  • Presiden Jokowi Tanam Pohon Perdamaian Bersama Sultan Bolkiah

    • calendar_month Jum, 4 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo hari ini menyambut kedatangan Sultan Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, Sultan Bolkiah datang dengan didampingi oleh istrinya, Duli Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha. Rombongan Sultan Bolkiah tiba sekira pukul 10.30 WIB di mana para pelajar yang mengenakan baju adat Nusantara tampak […]

  • PDIP Yogyakarta akan Ajukan Uji Materi UU Pilkada

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta berencana mengajukan upaya “judicial review” terhadap Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah yang berpotensi mengakibatkan pilkada ditunda. “Kami akan mengajukan judicial review atau mendesak Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang (Perppu) karena ini merugikan rakyat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi […]

  • Revisi UU Sisdiknas Harus Jawab Tantangan Skala Global

    • calendar_month Jum, 6 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Revisi UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang diinisiasi Komisi X DPR RI diharapakan menjawan berbagai isu penting dan mendasar dunia pendidikan nasional. Revisi ini juga harus menjawab tantangan pendidikan skala global dan revolusi industri 4.0. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengemukakan hal ini saat memimpin rapat dengar pendapat […]

expand_less