Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » Mengenai Sampel Air Sungai Kungku. Tusan : Hasil Lab Seharusnya Sudah Keluar

Mengenai Sampel Air Sungai Kungku. Tusan : Hasil Lab Seharusnya Sudah Keluar

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 23 Nov 2015
  • visibility 32

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — “Mungkin hasil uji laboratorium dari sampel air yang diambil di Sungai Kungku, yang diduga tercemar limbah pabrik PT PHML sudah selesai, akan tetapi belum kami ambil di Palembang.

Menurut hitungan sudah lebih 14 hari, yakni tanggal 17 dan 18 Nopember seharusnya sudah selesai. Sampel air itu sendiri dibiayai pihak PT PHML dan diantar mereka dengan surat pengantar ke Palembang,” ungkap pihak Labor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Tusan dihubungi Senin (23/11/2015).

Tusan menambahkan, Laboratorium BLH Mura belum ada lisensi untuk memeriksa sampel air tersebut maka diantar ke Laboratorium di Palembang.

Wawan (36) warga setempat menuturkan bahwa ia sudah menghubungi pihak Labor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Musi Rawas, Tusan untuk menanyakan hasil investigasi pada Selasa (03/11/2015) lalu, dijawab belum keluar.

Sepengetahuan kami, lanjut Wawan, berdasarkan berita acara pada investigasi lapangan BLH di lokasi Sungai Kungku yang merupakan pembatas antara Kecamatan BTS Ulu dan Sukakarya, pihak PT PHML tetap menyanggah dengan beralasan aliran siring limbah yang menuju Sungai Kungku sudah dibendung 4 bulan yang lalu. Padahal fakta lapangan siring tersebut dibendung kira-kira antara tanggal 22 hingga 25 Oktober 2015.

“Saat kami bersama masyarakat setempat turun kelokasi (Sungai Kungku yang tercemar) pada 22 Oktober 2015 siring tersebut belum dibendung, tetapi pada 25 Oktober sudah dibendung dengan ditimbun dengan tanah timbunan.

Bukti telah terjadi pencemaran sungai diantaranya warna air kehitam-hitaman, terasa gatal dan ikan mati, semua ada foto dan videonya termasuk Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas, Syakroni ikut juga men-dokumentasi. Bahkan diantara masyarakat ada yang mengambil ikan tersebut namun tidak bisa dimasak lagi karena telah membusuk,” papar Wawan.

Masih kata Wawan bahwa ia berharap hasil labor dapat membuktikan bahwa benar telah terjadi pencemaran Sungai Kungku dari Limbah Pabrik PT PHML.

“Kami berharap hasil labor dapat membuktikan pencemaran tersebut, walau sebenarnya bisa saja ada rekayasa tidak terbukti kalau ada oknum yang ‘bermain’ dalam permasalahan ini baik oknum BLH Mura, Labor di Palembang maupun pihak PT PHML.

Bila hasil labor tidak dapat membuktikan pencemaran, kami akan mengumpulkan warga yang menjadi saksi dan korban pencemaran untuk melakukan aksi atau tindakan untuk memproses ini lebih lanjut,” kata Wawan.

Dari penelusuran Jurnalindependen.com, diduga kuat memang Limbah Pabrik PT PHML telah mencemari Sungai Kungku, dari pembuktian video dan foto (bukan kajian hasil labor – red).

Bahkan pada tanggal 25 Oktober 2015 terlihat jelas dan ada bukti video bahwa pihak PT PHML membendung siring yang menuju sungai Kungku masih dalam hitungan hari (tanah timbunan masih baru). — (fs)

Berita Terkait :

Belum Ada Laporan Hasil Labor Terhadap Dugaan Pencemaran Sungai Kungku

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen HKGB Senam Bareng, Santuni Sembako Warga Selangit

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Dalam rangka menyemarakan peringatan Hari Kesatuan Gerak Bahyangkari (HKGB) ke 67 tahun. Pengurus Cabang Bhayangkari Polres Mura, mengajak senam bareng seluruh warga Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas (Mura), berlangsung lapangan upacara SD Negeri Napal melintang, Jum’at (4/10) pagi sekitar pukul 07.00 wib. Hadir dalam kesempatan ajakan gerakan hidup sehat, dihadiri langsung […]

  • Harga Karet di Musirawas Tembus Rp 9.000

    • calendar_month Ming, 8 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Memasuki minggu kedua Januari 2017, harga getah karet di wilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan terus bergerak naik. Karet yang ditimbang mengalami kenaikan Rp.8800-9000/kg dari minggu sebelumnya kenaikan minggu sebelumnya Rp.8200/kg, jenis karet serupa. Salah satu petani Karet di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Jurik (50) menyambut baik kenaikan harga getah karet yang terjadi […]

  • Harga Emas Hari ini, UBS ‘Tetap’ sedangkan Antam ‘Naik Tipis’, 3 Oktober 2021

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Minggu (03/10/2021), di Pegadaian, cetakan Antam naik tipis dan UBS tetap. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp486.000,- sama dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp911.000,- juga sama dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram  dan […]

  • Asian Games 2018 Ubah Budaya Masyarakat Lebih Disiplin

    • calendar_month Kam, 9 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Penyelenggaraan Asian Games 2018, terutama di  Palembang, Sumatera Selatan mengajarkan masyarakat untuk lebih disiplin, bersabar dalam kemacetan, beralih menggunakan transportasi umum, dan menjaga kebersihan lingkungan, begitu yang diungkapkan oleh Direktur IT, Broadcast, dan Media Sosial sekaligus Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dr. Inanda Karina dalam acara talkshow Ngopi 45 di Sriwijaya TV […]

  • Polisi Kantongi Empat Calon Tersangka Insiden Idul Fitri di Tolikara

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pihak kepolisian telah mengantongi empat orang calon tersangka dalam kasus penyerangan jamaah salat Idul Fitri dan pembakaran kios serta masjid di Tolikara, Papua, pada Jumat (17/7) lalu. “Mudah-mudahan apakah bisa hari ini, atau besok akan kami umumkan (tersangka insiden Tolikara),” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Anto Charliyan di Mabes Polri, Rabu (22/7). Namun […]

  • Sepekan, Papan Proyek Median Jalan Telah Hilang

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Kembali hilangnya papan merek/plang proyek menjadikan kegiatan pemerintah tanpa identitas. Ini terjadi pada lanjutan pengerjaan taman median marka Jalan Agropolitan Centre Muara Beliti yang berjumlah Rp 960.000.000,- dari APBD Musi Rawas 2019, terpantau wartawan selama sepekan terakhir. Beberapa waktu lalu, pada awal pengerjaan papan proyek tidak ada, namun setelah diberitakan di […]

expand_less