Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Harga Karet Anjlok Hingga Rp 3.500/kg

Harga Karet Anjlok Hingga Rp 3.500/kg

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
  • visibility 75

PALEMBANG – Harga karet di tingkat petani jatuh sejak sepekan terakhir hingga melewati batas ambang kewajaran yakni Rp3.500 – Rp4.000 per kilogram yang diduga sebagai dampak anjloknya harga di pasaran ekspor.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Provinsi Sumatera Selatan Alex K Eddy di Palembang, Jumat, mengatakan, saat ini harga karet ekspor hanya dipatok sebesar 1,55 dolar AS atau jatuh dari 2 dolar AS per kilogram.

“Saat ini benar-benar jatuh, entahlah bagaimana ke depan jika harga terus jatuh,” kata Alex.

Ia mengeluhkan kondisi ini, mengingat penurunan harga berimbas luar biasa pada petani karet. Sejumlah petani mulai enggan menyadap karet dan memilih beralih profesi sebagai buruh.

“Kebun dibiarkan begitu saja, karena tidak balik modal jika digarap,” kata dia.

Padahal, petani karet sempat girang ketika harga mulai membaik pada akhir tahun yakni mulai tembus Rp8.000 per kg dari harga ideal Rp10.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu harga di pasaran internasional yakni 2,3 dolar AS hingga Maret 2017.

Namun, sejak April 2017, harga mulai bergerak turun dan puncaknya terjadi pada pekan ini.

Oleh karena itu, Gapkindo Sumsel berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah taktis untuk merespon penurunan harga ini mengingat daerah sangat bertumpu pada komoditas ekspor tersebut. Jika lambat diantisipasi, maka penurunan harga karet ini dapat berdampak luas hingga ke sektor lain.

“Seharusnya pemerintah segera merealisasikan rencana penyerapan karet dalam negeri untuk sejumlah proyek infrastruktur. Sejauh ini, semua itu masih sebatas wacana saja,” ujar dia.

Rusnadi, warga Desa Sungutan Air Besar, Kecamatan Pangkalanlampam, Ogan Komering Ilir, mengatakan pemerintah harus mencarikan solusi karena saat ini petani karet berada dalam himpitan ekonomi.

Di kampungnya, harga karet kini dipatok Rp3.500-Rp4.000 per kilogram untuk masa pengeringan dua pekan, katanya.

“Dulu saat harga karet tinggi, warga dusun bisa hidup sejahtera. Tapi kini sulit sekali, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah tidak dapat memenuhi. Harapannya, pemerintah memberikan solusi semisal mencarikan mata pencarian lain,” kata Rusnadi.

Harga karet di tingkat petani melorot tajam akibat pengaruh krisis ekonomi global yang berimbas dengan penurunan permintaan di pasar dunia terhadap sejumlah komoditas.

Pada 2011, harga karet sempat berada di kisaran Rp25 ribu per kg seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi Tiongkok yakni 9,2 persen. Namun, setelah itu harga bergerak turun seiring kebijakan Tiongkok yang menurunkan pertumbuhan ekonominya karena lemahnya perminaan dari Eropa. (ant)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 11,5 Miliar Dana Infrastruktur untuk OKU

    • calendar_month Sen, 16 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Gubernur H Herman Deru telah menggelontorkan Rp 11,5 miliar sepanjang 2019. Dana Rp.11.500.000.000 itu untuk peningkatan dan perbaikan jalan di empat titik di Kabupaten OKU. Demikian terungkap dari data Dinas PU BMTR Provinsi Sumsel peningkatan dan perbaikan tersebut dilakukan  pertama […]

  • Ternyata……………….Anggaran Pilkada Banyuasin Terbesar se-Sumsel

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Anggaran pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2018 di Kabupaten Banyuasin Rp70 miliar, menjadikannya terbesar di antara kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan. Post Views: 860

  • Sosialisasi dan Penguatan Pelaksanaan Imunisasi Campak Rubella

    • calendar_month Jum, 5 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Kegiatan Review dan Evaluasi Pelaksanaan Imunisasi Campak Rubella (MR) di Kota Lubuklinggau yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau bersama Unicef perwakilan Sumatera Selatan dan Dinas Kesehatan Sumatera Selatan di Op Room Moneng Sepati, Sekretariat Daerah kota Lubuklinggau. Kegiatan ini sekaligus penguatan kepada para camat, lurah dan Kepala Sekolah Dasar di Kota Lubuklinggau dengan tujuan […]

  • Buku ‘Sadar Kaya’ : Pahami Cara Kerja Otak Anda

    • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Pikiran Itu Mencipta MEMAHAMI cara kerja otak cukup rumit. Ya, rumit karena jalur-jalur peta yang kompleks, syaraf-syaraf neuron yang jumlahnya jutaan dan panjangnya bisa mencapai ratusan kilometer jika disambung-sambung. Jaringan pusat nerve system mengendalikan kimia-kimia tubuh yang menentukan banyak hal, seperti tindakan-tindakan yang diambil, perasaan-perasaan yang timbul, hingga […]

  • Tohirin : Pupuk Subsidi Langka karena Kuota Tidak Mencukupi Kebutuhan

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Musi Rawas ketika jelang tanam disinyalir adanya oknum yang bermain dalam penyaluran pupuk subsidi tersebut. Disamping itu jika dilihat dari kuota pupuk subsidi masih jauh dari kebutuhan petani. Hal ini diprediksi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan, melalui Kabid […]

  • Dorong Minat Baca, Galakan Mendongeng Pengunjung Murid SD

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sebagai upaya mendorong minat baca warga masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura). Sejumlah terobosan, terus dilakukan Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah (DPKD) Mura. Dalam  setiap kesempatan petugas bidang pelayanan “Story Telling”, menyempatkan diri bacakan dongeng khususnya kepada murid Sekolah Dasar (SD) yang mengunjungi layanan perpustakaan. Hal demikian disampaikan, Kepala DPKD Mura Supriyadi […]

expand_less