Palembang,- Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Pratama Adhyasastra ketika diwawancarai usai menggelar Audensi dengan PJ.Gubernur Sumatera Selatan Dr.Drs.H.A Fathoni.M.Si mengatakan, pihaknya berharap akan meningkatkan lagi sinergitas berkaitan dengan kewajiban masyarakat untuk membayar pajak.

“Selama ini kita hanya menunggu keaktifan tapi ke depan kita mulai itu melaksanakan penertiban baik yang akan dilaksanakan melalui operasi khusus kepolisian. Nanti kita akan melaksanakan kerja untuk pemeriksaan terhadap mereka yang tidak membayar pajak,tindak lanjutnya secara manual nanti kita akan lakukan dengan kegiatan dengan ETLE kita cek pelanggaran yang berhubungan dengan pelanggaran pajak,” ujarnya.

Sehingga, sambung Pratama, tidak ada lagi yang tidak bayar pajak. Karena kendaraan yang digunakan mereka menggunakan jalan oleh pemerintah. Jadi harus membayar pajak, karena gunanya untuk perawatan jalan. Kita gunakan bersama-sama. Jadi ada kepatuhan dan menciptakan keamanan ketertiban selama berlalu lintas,” katanya.

Ketika ditanya awak media terkait jumlah pelanggaran, dia menjelaskan, untuk pelanggaran selama 1 tahun ini meningkat. Satu faktornya adalah suplai dan demand sudah tidak sebanding pertumbuhan kendaraan selalu meningkat dan sarana berkurang.

“Hal ini juga sangat berkaitan dengan kepatuhan pembayaran pajak. Tentunya dari pajak tersebut nanti akan dibebankan status infrastruktur yang berkaitan dengan sarana lalu lintas,” ucapnya.

Menurutnya, meningkatnya pelanggaran di Sumsel ini pertama mungkin ketidakpatuhan. “Kemudian mungkin sosialisasi kita juga masih kurang sosialisasi. Nanti kita ke dalam akan tingkatkan sosialisasi mungkin tidak hanya di luar kita akan juga masuk ke sekolah-sekolah bahkan ke pesantren. Dan beberapa instansi kita jadi backup beberapa instansi yang berkaitan dengan lalu lintas seperti seperti TNI disebut kita gabungan untuk melakukan penertiban sesuai dengan kapasitas masing-masing,” bebernya.

“Salah satu yang kita lakukan koordinasi dengan pemda. Karena tidak mungkin diselesaikan dengan sendiri makanya kita lakukan tidak hanya itu tugas polisi.

Tapi tugas kita semua termasuk juga masyarakat orang tua pendidik stakeholder lainnya kita sama-sama kita telah tindaklanjuti,” tuturnya.

“Harapan saya kepada pengguna jalan, tentunya untuk mematuhi peraturan karena semua menunggu kehadiran kita pulang. Kemudian bagi orang tua tentunya kita tekankan begini karena itu semua aset kita semua asetnya Palembang generasi muda itu harapan Kita 10 atau 20 tahun nanti akan menggantikan kita di sini. Saya yakin anak-anak sekarang itu potensi dia lebih bagus dari kita dan situasi perkembangan zaman akan lebih cepat, jadi sayang kalau tidak kita jaga dan untuk orang tua kewajiban kita ini aset kita semua,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pihaknya bisa meng-capture 25.000 pelanggaran.
“Untuk konfirmasi kita tidak bisa optimal seluruhnya karena satu masih ada kendaraan yang belum balik nama ini salah satu penerbitan untuk pelanggaran. Melalui media baik itu media streaming atau media tertulis dan harapan Kita media ini yang selalu membantu kita,” tandasnya.

Audensi ini sendiri dihadiri oleh Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Pratama Adhyasastra beserta Jajaran, Kepala Bapenda Provinsi Sumsel serta Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Sumsel Mulkan beserta Jajaran. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *