PALEMBANG,- Hari kesepuluh terakhir Ramadhan menjadi momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Abuya Habib Umar Abdul Aziz Shahab menghadirkan pesan yang penuh makna dalam tausiyahnya pada acara pembacaan surah Yasin sekaligus haul almarhum Nyimas Hj Ningayah, ibunda dari pengusaha dan tokoh masyarakat Palembang, Kms HA Halim Ali, yang digelar pada Minggu sore.

Dalam tausiyahnya, Abuya Habib Umar Abdul Aziz mengajak untuk tidak menunda kebaikan dan menghentikan niat buruk.

“Hari-hari kita terbagi dalam tiga: hari kemarin yang sudah berlalu, hari ini sebagai hari amal, dan hari esok sebagai harapan. Mari kita introspeksi diri, apa yang telah kita lakukan selama 20 hari Ramadhan ini,” ujar Abuya yang juga pengasuh ponpes Rubath Al-Muhibbien.

Beliau menegaskan bahwa di akhirat nanti, umat Islam akan memetakan perjalanan mereka berdasarkan amal kebaikan yang dilakukan selama hidup di dunia.

“Semua akan dipandu menuju tempat yang telah dijanjikan oleh Allah SWT, sesuai dengan cahaya amal kita,” tambahnya.

Peringatan haul almarhumah Nyimas Hj Nihgayah, yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun, juga menjadi momen penting bagi umat Islam di Palembang.

Acara puncaknya akan diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Prof Abdul Somad, LC, MA, Ph.D, yang akan digelar malam ini di Gedung Graha Al Halim Kanzul Al Munawwir Binurussholawat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat, seperti Imam Besar Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Prof Dr KH Sayid Aqil Al Munawar, MA, Habib Hamid Alhabsy, Pangdam II/Swj, Mayjend TNI Yanuar Adil, Bupati Muba, Drs H Apriyadi Mahmud, serta undangan lainnya.

Dengan pesan-pesan kebaikan yang disampaikan, masyarakat di Palembang diharapkan dapat menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh makna dan keberkahan. (An)