Edaran Gubernur, Belajar Tatap Muka Ditunda

LUBUKLINGGAU – | Rencana belajar tatap muka disekolah yang ada di Kota Lubuklinggau awalnya akan diterapkan awal Januari 2021 ini. Namun sejauh ini belum dipastikan kapan akan dimulai.

Ini antara lain disebabkan adanya
surat himbauan penundaan pembelajaran tatap muka Nomor : 420/12553/Disdik. SS/2020 yang dikirim Gubernur Sumatera Selatan kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tentang penundaan dan pembelajaran tatap muka semester genap tahun ajaran 2020 /2021 di Sumsel.

Kepala SMKN 1 Lubuklinggau Eriani menjelaskan bahwa sekolahnya sudah mempersiapkan semua kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di masa Covid-19.

“Awalnya pelaksanaan pembelajaran tatap muka semester genap sudah mulai dipersiapkan dari Desember yang lalu. Namun, untuk pergantian model pembelajaran harus dilakukan rapat koordinasi dengan semua instansi yang terkait guna mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tengah masa pandemi Covid-19 ini sudah dilakukan tinggal menunggu pelaksanaan,” Jelas Eriani saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (05/01/2021).

Hanya saja, dengan adanya himbauan dari Gubernur Sumsel tentang penundaan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020 /2021. Maka, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan dilaksanakan kegiatan belajar tatap muka tersebut.
Sebab.

“Untuk sementara kita ikuti instruksi Gubernur, namun belajar melalui daring masih kita laksanakan guna pendidikan anak lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu , Kadisdik Lubuklinggau Dian Chandra saat di konfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan Sesuai surat edaran Gubernur dan arahan Walikota Lubuklinggau tatap muka di tunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Sedangkan, Wiwin (34) salah seorang wali murid mengakui sebagai orang tua berharap kegiatan belajar tatap muka ini dapat segera dilaksanakan. Sebab, diakui tidak ada masalah anak-anak tetap belajar tatap muka meski dimasa pandemi Covid-19 ini dan yang terpenting sekolah sudah menerapkan prokes.

“Sebagai masyarakat saya bingung dengan kebijakan yang dibuat Pemerintah, sekolah dilarang, kerumunan masih banyak tidak dipermasalahkan lihat saja mall buka, aktivitas pasar juga berjalan, hajatan masih berjalan, kalau sekolahkan tidak terlalu banyak orang datang berbaur, cuma siswa dan guru saja. Tetapi masih tidak diperbolehkan,” papar Wiwin. | wt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *