Pembangunan Destinasi Wisata Danau Aur, APBD atau DAK?

MUSI RAWAS – Kepala Bidang (Kabid ) Objek Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Widya Lismayanti membantah jika seluruh pembangunan sarana dan prasarana destinasi Wisata Danau Aur Kecamatan Sumber Harta, dianggarkan dari APBD Mura Tahun 2019.

“APBD cuma beberapa item saja, Selebihnya DAK. Dermaga, rambu itu DAK, Pergola lampu juga DAK, Kecuali jalan setapak ruang ganti toilet dan parkir,” tulis Widya melalui pesan whatsapp nya, Sabtu (25/01/2020).

Widya mengakui pembangunan tersebut sudah dicek Tim Kementerian Pariwisata hingga 3 kali.

“Oh yo, sebagai info tambahan, kegiatan kito kemarin itu di cek langsung wong kementrian lah 3 kali turun ke danau aur langsung. karena itu kegiatan pusat yang pertama, setelah bertahun – bertahun Musi Rawas idak pernah di kunjungi wong kementerian apolagi nak dapat bantuan pusat,” ungkap Widya.

Dari keterangan Widya sangat bertolak belakang seperti mana yang tertera didalam Layanan Pengadaan Sistem Elektroknik (LPSE) Musi Rawas dan didalam Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah (RUP LKPP).

Didalam kedua sumber tersebut diketahui tertera pembangunan Dermaga yang disebut – sebut Widya dianggarkan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) itu berbeda atau tidak sama. Didalam sistem tersebut menyebutkan bahwasanya pembangunan dermaga menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD.

Begitupun beberapa item pembangunan lainnya tertera didalam RUP LKPP, sumber dana yang dianggarkan melalui dana APBD.

Sebelumnya, sangat disayangkan, dari sebanyak anggaran yang telah digelontorkan tersebut, Joko selaku Kepala Disbudpar Mura tidak dapat menjelaskan tujuan dari pembangunan beberapa item sarana dan prasarana di destinasi Wisata Danau Aur itu.

“saya mau ke pendopoan ada disuruh pak bupati, nanti tanyakan saja dengan PPTK nya Hendri, Kabid nya Widya,” ujar Joko melalui sambungan seluler nya.

Lanjut joko ketika dipertanyakan apa saja yang telah dibangun. Joko hanya mengatakan tahu, namun enggan menjelaskan.

“dia teknis nya (Hendri dan Widya -red),” tutup Joko.

Sementara itu, Hendri selaku Kepala Seksi (Kasi) beralasan tidak membawa laptop sehingga ia tidak dapat menjelaskan secara keseluruhan.

“lupa kalau detail nya, data nya ada di laptop itu,” kata Hendri.

Dari keseluruhan anggaran yang dibelanjakan diketahui Disbudpar telah menggelontorkan dana APBD sebesar 1,6 miliar yang di pecah atau dibagi menjadi beberapa kegiatan untuk satu lokasi pekerjaan yakni Danau Aur. | Sumber : linggauupdate.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *