Debit Sungai Meningkat, Mura Waspada Banjir

MUSI RAWAS – | Menjelang akhir tahun 2019, cuaca ekstrim hujan lebat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Dampaknya debit air sungai meningkat rawan ancaman banjir.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencanan Daerah (BPBD) Mura, Paisol mengimbau masyarqkat terutama yanh bermukim di Daerah Aliran Sungai (Das) untuk waspada terhadap ancaman bencana banjir.

“Sudah tiga hari terakhir, terpantau debit aliran air sungai Musi mengalami peningkatan. Dengan kondisi tersebut masyarakat terutama warga berada di DAS untuk waspada dengan meningkatnya debit air karena rentan terjadinya bencana banjir,” ungkap Paisol ketika dibincangi usai meninjau langsung kondisi debit air Sungai Musi di Jembatan Kelurahan Muara Lakitan, Rabu (11/12) siang.

Selain mengimbau waspada bencana banjir, Paisol juga meminta peran penting Pemerintah Desa untuk mengimbau warganya agar tidak melangsungkan aktivitas di aliran Sungai.

“Tidak hanya wasapada banjir, dengan kondisi debit air yang tinggi. Kami minta Kepala Desa dan perangkatnya turut mengingatkan warganya untuk mengurangi aktivitas di sungai, baik menggunakan perahu ketika hendak menyebrang sungai maupun memperhatikan dan melarang bagi anak-anak bermain ataupun berenang di Sungai agar tidak terseret maupun tenggelam,” bebernya.

Sebagai kesiapan antisipasi bencana banjir. Paisol menyebut pihaknya telah mendirikan posko darurat bencana banjir dan longsor, bersama siagakan personil Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Sedangkan untuk kesiapan penanggulangan bencana banjir. Kita telah membuka posko induk 24 Jam khusus Bencana banjir dan longsor di Sekretariat BPBD di Kota Lubuklinggau,” tandasnya

Sementara, hampir sama setiap tahunnya ada sejumlah wilayah di Kabupaten Mura sangat rawan terjadinya dampak Bencana Banjir akibat luapan aliran sungai. Pertama dampak luapan sungai Musi, itu ada  dibeberapa daerah DAS di Kecamatan BTS Ulu, DAS Muara Lakitan, DAS Muara Kelingi.

“Dan untuk luapan sungai lainya, itu di beberapa DAS Kecamatan Megang Sakti, DAS di Kecamatan Selangit serta sebagian besar DAS di Kecamatan Terawas,” tukasnya. | NRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *