Penggunaan DK Talang Ubi Dituding Jadi Ajang Korupsi

Penggunaan DK Talang Ubi Dituding Jadi Ajang Korupsi

MUSI RAWAS – | Kelurahan Talang Ubi, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, di Tahun Anggaran 2019 ini membangun Jalan Setapak dari Dana Alokasi Umum.

Dana Alokasi Umum (DAU) tersebut merupakan Dana Kelurahan (DK) yang didengungkan Pemerintah Pusat menyerupai kegiatan dana desa. Proyek Jalan Setapak tersebut, Panjangnya 163 Meter, Lebar 1.5 Meter, menelan dana sebesar Rp.100.571.000.-

Datang merupakan Ketua RT. 11, saat diminta keterangannya terkait pembangunan jalan setapak tersebut mengatakan, dia bersama sepuluh orang rekannya memperoleh upah Borongan dari Susilo Lurah Talang Ubi untuk Pembangunan Jalan Setapak ini yaitu Rp. 10 juta.

Lantang tak tahu Anggaran untuk dia dan rekannya yang tertulis di RAB, hanya saja dia diminta untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam kurun waktu sepekan. Dari panjang 163 meter, pihaknya minta ditambah dua meter menjadi 165 meter.

Sementara itu, Dedi Brades dibawah Panji
Gabungan Antar Pemuda Berantas Korupsi (GAPBK) menuding pihak kelurahan telah sewenang-wenang terhadap Penggunaan DK, tidak transparan dan patut diduga menjadi ajang praktek korupsi.

Menurut Dedi, Penggunaan Dana Kelurahan sama saja seperti mekanisme Penggunaan DD. Aturannya mengikat yaitu Padat Karya Tunai, seperti yang diamanahkan Pemerintah Pusat.

Jika Anggarannya Rp.100.571.000,- artinya Anggaran untuk upah (Padat Karya Tunai) sebesar 30 per sen yaitu kurang lebih Rp. 30 juta. “Kenapa diberikan hanya Rp. 10 juta untuk Upah Juli Bangunan, lalu kemana perginya sisa upah kuli bangunan Rp. 20 juta itu”, tanya Dedi dengan asumsi realistis.

Selain itu, Dedi juga mengaku mengantongi kasus penyalahgunaan wewenang terkait Pembangunan Pagar Kantor Kelurahan Talang Ubi. | sumber : barupas.com

Link : https://barupas.com/2019/11/09/diduga-dana-kelurahan-talang-ubi-jadi-ajang-korupsi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *