Gerbang Perbatasan Linggau-Mura Nyaris Hilang Dikepung Asap

Gerbang Perbatasan Linggau-Mura Nyaris Hilang Dikepung Asap

MUSI RAWAS – | Hampir sebagian besar daerah di Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kota Lubuklinggau kembali di “Kepung” kabut asap Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla), Senin (14/10) pagi.

Bahkan, cukup tebalnya kabut asap membuat keberadaan pintu gerbang perbatasaan antara kabupaten Mura dan Lubuklinggau nyaris hilang.

Supriadi (30) pengendara sepeda motor kerap setiap harinya melintas ruas jalan lintas sumatera (Jalinsum) mengatakan, kejadian adanya kabut asap sendiri sudah lama terjadi. Hanya saja, tebalnya asap baru beberapa hari ini dirasakan sangatlah mengganggu.

“Untuk kabut asap kami pengendara sudah lama merasakan. Akan tetapi, untuk hari ini kabut asap parah sampai kami terganggu ketika hendak bepergian,” terang pria warga Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Tidak hanya itu, sambung pria bekerja buruh harian lepas (BHL) sebuah perusahaan sawit di Kabupaten Mura menyebutkan adanya kabut asap sendiri sebagai warga sangat menyayangkan kondisi tersebut bisa terjadi.

“Biasanya kabut asap terjadi disore menjelang maghrib. Tetapi, kalaulah beberapa hari memang pagi pun kabut asapnya muncul dan kehadiran kabut asap cukup lama, bisa sampai siang baru menghilang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Mura Paisol mengatakan kondisi kabut asap sebelumnya dua minggu terkahir tidak terlihat. Namun, dibeberapa wilayah masih kerap terjadinya kebakaran lahan maupun semak belukar.

“Untuk kabut asap terjadi, kita BPBD telah berupaya melakukan penanggulangan terjadi kebakaran lahan yang terjadi beberapa wilayah kecamatan. Secara keseluruhan, adanya kejadian kebakaran sendiri. Lebih dulu kita bersama BMKG memantau kebaradaan hostpot, yang mana sejak januari hingga oktober 2019 terpantau 505 titik hospot semuanya paling banyak penyebaranya Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi dan BTS Ulu Cecar,” jelasnya.

Sedangkan, sambung Paisol memaparkan semua hasil penanggulangan karhutla di Kabupaten Mura. Adapun sampai pertengahan oktober 2019, pihaknya terus turunkan tim penangguangan memadamkan kebakaran baik lahan maupun semak belukar yang terbakar.

“Sedangkan luasan lahan terbakar, sejak januari sampai oktober 2019 berdasakan hasil  groundchek ada seluas 222,2 Hektar lahan terbakar. Kemudian sudah sebanyak, 49 Hektar berhasil dipadamkan,” tandasnya

Adapun, untuk kabut asap terjadi hari ini semuanya terpantau sebagian kecil berasal dari beberapa titik wilayah kita, sisanya hingga sampai menyebarnya kabut asap tebal selimuti kota Lubuklinggau disumbang kebakaran tengah terjadi di Kabupaten Muratara dan kabupaten tetangga 4 Lawang.

“Memang di minggu ini, kabut asap tinggi terjadi di Sumsel. Untuk sampai tebal menyebar hingga ke Kota Lubuklinggau, tidak hanya terjadinya kebakaran dibeberapa titik lokasi wilayah kita. Tetapi,  kabut asap cukup tebal dirasakan juga di Muara Beliti hingga Kota Lubuklinggau, sumbangan asap berasal dari muratara dan 4 lawang yang kondisi disana tengah terjadi kebakaran lahan,” tukasnya. | NRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *