11.903 Warga Mura Nunggak Listrik, PLN Beliti Terbeban Piutang 2.7 Miliar

11.903 Warga Mura Nunggak Listrik, PLN Beliti Terbeban Piutang 2.7 Miliar

MUSI RAWAS – | Selama kurun waktu delapan bulan, sebanyak 11.903 warga Kabupaten Musi Rawas (Mura) menunggak pembayaran tagihan listrik. Karena itu, PT PLN ULP Muara Beliti terbeban piutang hingga Rp. 2.7 Miliar. Hal itu disampaikan Manager PLN Muara Beliti, Zera Fitrizon ketika dibincangi sejumlah wartawan diruang kerjanya, Selasa (10/9) siang.

Dikatakannya, semua berdasarkan hasil evaluasi perhitungan sementara terkait perkembangan angka tunggakan listrik PLN Muara Beliti.

Terhitung sejak Januari hingga akhir Agustus, diketahui jumlah pelanggan listrik menunggak tagihan listrik bertambah menjadi 11.903 pelanggan. Dengan total keseluruhan jumlah tunggakan mencapai Rp. 2.775. 483.128.00,

“Mengenai tunggakan listrik hingga akhir Agustus, rata-rata tunggakan mulai dari 2 sampai 4 bulan sudah mencapai 11.903 pelanggan semua pelanggan berasal merata di 14 Wilayah Kecamatan.

Dengan angka tunggakan sudah lumayan mencapai 2 Miliar lebih. Dan kita sampai dengan sekarang, terus lakukan penertiban dengan memutuskan kwh pelanggan menunggak, walaupun dikhususkan tunggakan diatas dua bulan lebih,” terang Zera.

Lebih jauh, mantan Manager Kota Jambi merinci besarnya angka tunggakan didominasi, pertama warga berada ditiga Kecamatan yakni, Tugumulyo sebanyak 2.923 pelanggan menunggak, dengan beban tunggakan mencapai Rp 662.262.632.00,-

Dilanjutkan Kecamatan Megang Sakti sebanyak 2.057 pelanggan dengan besaran tuggakan Rp 452.045.180.00,- Kemudian, Kecamatan Muara Beliti sebanyak 1.080 pelanggan menunggak yang besaran tunggakannya mencapai Rp 354.026.575.00,-

“Sedangkan untuk tiga kecamatan tunggakan kecil diantaranya ada Kecamatan Purwodadi sebanyak 322 pelanggan menunggak dengan nilai Rp 67.919.214.00,- disusul Kecamatan BTS Ulu, dengan 432 pelanggan besaran tunggakan sebanyak Rp 116.005.003.00.

Selanjutnya Kecamatan TPK dengan 447 pelanggan dengan tunggakannya mencapai Rp 78.449.281.00,” tandasnya.

“Yang jelas, sambil berjalan kita PLN tetap lakukan penertiban bagi tunggakan dua bulan kita langsung segel KWH.

Ya, jika pelanggan datang membayar kita lakukan pelepasan kembali listrik dinyalakan. Sedangkan yang lebih dari 4 bulan kita tindak tegas pembongkaran KWH kemudian jika ingin kembali pelanggan melunasi terlebih dulu. Barulah, kembali wajib mendatangi PLN guna disambungkan kembali dengan dilayani LPB (Prabayar),” tukasnya. | NRD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Po Kbr Bos?