Puluhan Hektar Lahan Pertanian  Air Satan Kekeringan

Puluhan Hektar Lahan Pertanian  Air Satan Kekeringan

MUSI RAWAS – | Dampak besar akibat musim kemarau, tengah dirasakan para petani di Kabupaten Musi Rawas (Musi Rawas). Seperti halnya, kondisi itu dikeluhkan petani warga Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti. Dimana, sudah satu bulan terakhir puluhan Hektar lahan pertanian sulit ditanami lantaran mengalami kekeringan.

Suparjo (45) seorang petani tidak lain warga Dusun III Desa Air Satan mengatakan sudah hampir dua pekan lamanya. Dirinya, bersama petani lainnya tidak bercocok tanam karena median tanah lahan pertanian kekeringan tidak bisa ditanami tanaman.

“Sampai sekarang, bisa dilihat sendiri lokasi lahan pertanian. Dimusim hujan saja, kita sudah tidak menanam padi. Mengantinya memanam palawija. Tetapi, sudah lama tidak turun hujan. Kita dan petani disini (Air Satan/red), sudah lama tidak ke kebun karena lahan kekeringan,” ungkap Suparjo ketika dibincangi sejumlah wartawan disela-sela aktivitas berada dikediamannya.

Tidak hanya kesulitan bercocok tanam, dengan terjadinya kemarau. Hampir sebagian besar petani tetap bertahan, ada juga terpaksa meninggalkan lahan pertani mencari rejeki lainnya.

“Kalau sehari-hari, selain menam sayur-sayur kacang panjang, kemudian buah-buahan semangka, dan pepaya. Kita pun sudah mencoba walau kondisi lahan kering, menyemai sayur-sayur seperti bayam dan kangkung. Tetapi karena memang, sudah lama tidak hujan. Lebih baik, sementara menunggu hadirnya hujan baru kita lanjut kembali berkebun cocok tanam,” bebernya.

Sementara itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui Plt Kepala Dinas Pertaian dan Pertenakan (Disnakan) Tohirin menjelaskan, semua dengan kondisi cuaca panas diakibatkan musim kemarau. Pihaknya telah mendapatkan laporan, banyak lahan pertanian mengalami kekeringan.

“Sekarang memang musimnya kering. Apalagi sudah mamasuki tiga bulan. Kita menghimbau istansi terkait, maupun petani untuk bersabar,” terangnya.

Selain itu, semua kejadian kekerigan lahan pertanian sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pihaknya turun lakukan sosialisasi, upaya mencarikan solusi suplay kebutuhan air mengaliri lahan pertanian.

“Kekeringan terjadi memang situasional, karena  sampai September 2019. Kondisi alam tidak turunya hujan, karena memang lagi musim kemarau,” ķtandasnya.

“Kemudian, lainya. Kita pun turunkan tim guna lakukan pengawalan keberadaan sumber air dan juga dalam waktu akhir pekan kita turunkan tim gulirkan giat gotong royong,”tukasnyah. | NRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *