Sepekan Ops Patuh, Satlantas Linggau Tilang 632 Pengendara

Sepekan Ops Patuh, Satlantas Linggau Tilang 632 Pengendara

LUBUKLINGGAU – | Sepekan digulirnya giat Ops Patuh Musi 2019, jajaran satuan polisi lalulintas (Satlantas) Polres lubuklinggau menindak tilang 632 pengendara yang melanggar.

Dari ratusan pengendara yang ditilang, masing-masing didominasi pengendara sepeda motor roda dua, selebihnya pengendara roda empat mobil dan truk. Hal itu dikemukakan, Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Lantas AKP Imanuhadi ketika dibincangi sejumlah wartawan diruang kerjanya. Rabu (4/9) siang.

Dijelaskannya, sudah sejak 29 agustus 2019 seluruh jajaran direktorat lalulintas serentak melangsungkan giat razia operasi patuh tahun 2019, sekarang sudah berjalan 7 hari. Sedikitnya jajaran satlantas Polres Lubuklinggau, telah banyak menemukan pengendara kendaraan bermotor melanggar aturan. Sehingga pihaknya mengeluarkan sebanyak 632 lembar surat tilang.

“Untuk evaluasi minggau pertama ops patuh, kita Satlatas Polres Linggau 632 lembar surat tilang. Yang masing-masing 487 lembar surat tilang pengendara sepeda motor, 145 lembar pengendara mobil dan truk,” terangnya.

Tidak hanya itu, Imanuhadi mengatakan masing-masing pengendara yang di tindak tilang dengan berbagai jenis pelanggaran yakni, 154 pelanggaran kelengkapan kendaraan, 130 pengendara sepeda motor tidak mengunakan helm SNI.

“Ada juga, sebanyak 60 pengendara baik sepeda motor maupun mobil melanggar rambu-rambu lalulintas (Lalin). Kemudian, sebanyaj 58 pengendara dibawah umur, 39 pengendara mobil tidak gunakan safety belt, dan terakhir sebanyak 16 pengendara didapatkan berbonceng tiga,” bebernya.

Selain itu, sambung pria berpangkat balok tiga menuturkan dari hasil giat razia, semuanya menunjukan masih minimnya tingkat kesadaran warga masyarakat Kota Lubuklinggau tertib berlalulintas.

“Inilah faktanya bahwa di wilayah kita, pelanggaran lalu lintas masih tinggi, bila dibandingkan operasi patuh tahun lalu, peningkatan lebih dari 50 persen, semua tidak lain disebabkan sejumlah faktor diantaranya, meningkatnya volume kendaraan bermotor maupun kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” bebernya. | NRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Po Kbr Bos?