Pemutakhiran Data Surveilans Gizi Dukung Penanggulangan Stunting

Pemutakhiran Data Surveilans Gizi Dukung Penanggulangan Stunting

PALEMBANG -| Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainymenghimbau kepada para peserta Pertemuan Orientasi Pemutakhiran Data Surveilans Gizi Provinsi Sumatera Selatan angkatan III untuk memperhatikan kasus stunting.

Sebagaimana diketahui stunting merupakan suatu keadaan dimana panjang/tinggi badan balita dibandingkan umur nya kurang dari minus dua standar deviasi (pendek) dan kurang dari minus tiga standar deviasi (sangat pendek) akibat kekurangan gizi kronis.

Lesty menekankan “kita harus memperhatikan gizi anak kita supaya tumbuh kembang dengan optimal dan anak menjadi sehat dan produktif, ini penting karena semua ingin punya bayi yang sehat, karena kalau tidak sehat pasti tidak produktif,” ujarnya.

Lanjut lagi Lesty mengajak “Mari kita siapkan anak anak yang lahir itu supaya sehat cerdas dan produktif karena hal ini sangat sesuai dengan misi Gubernur Sumsel dan cocok sekali dengan program prioritas kementerian kesehatan RI”. Tutupnya saat membuka acara pertemuan tersebut di Hotel Horison, Rabu (10/7/19).

Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Dakhlan Choeron dalam materi nya mengatakan “sebelum melakukan entri ke E-PPGBM hal yang perlu diperhatikan adalah melakukan manajemen data terlebih dahulu”. Kata Dakhlan.

Dalam Kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. Lisa Marniyati berpesan kepada seluruh peserta agar tidak henti-hentinya untuk memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat,” Kata Lisa.

Ketua Pelaksana kegiatan, Rini Octarina dalam laporan kegiatan ini menjelaskan bahwa “Orientasi Pemutakhiran Data ini dimaksudkan sebagai acuan bagi petugas kesehatan khususnya tenaga gizi dalam kegiatan surveilans gizi untuk memberi perubahan pencapaian kinerja pembinaan gizi masyarakat dan indikator khusus lain, yang diperlukan secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan dalam rangka pengambilan tindakan segera, perencanaan jangka pendek dan menengah serta perumusan kebijakan” Kata Rini.

Hal ini disampaikan kepada 129 orang peserta yang terdiri dari 10 orang penanggung jawab program gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kota dan 119 orang petugas gizi puskesmas kab/kota.

Adapun materi yang disampaikan adalah penguatan pusat dan daerah dalam pelayanan kesehatan masyarakat, Kebijakan program kesehatan masyarakat, kebijakan program gizi, evaluasi pelaksanaan surveilans gizi, melalui E-PPGBM (Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) Serta praktek pelaksanaan surveilans gizi. Narasumber materi berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Po Kbr Bos?