46 Tahanan Muslim Diajak Lafal Al-Fatihah

46 Tahanan Muslim Diajak Lafal Al-Fatihah

MUSI RAWAS – | Petugas personil Sat-Binmas Polres Mura, sebelum jalankan sholat Jum’at rutin berikan siraman rohani kepada seluruh penghuni sel tahanan Mapolres. Kurang lebih sebanyak 46 orang tahanan Muslim, secara bergilir diajak menghafal bacaan surat Al-Fatihah. Dalam kesempatan kali ini, kegiatan siraman rohani ditugaskan KBO Sat-Binmas Iptu Surhadi Burhan.

Dalam kesempatannya, Kapolres Mura AKBP Suhendro membenarkan adanya giat pemberian bekal pembelajaran agama, terutama bagi tahanan yang tengah jalani proses hukum terlibat tindak kriminal, sebelum nantinya mereka dilimpahkan ke kejaksaan.

Adapun, dari setiap kali pertemuan pihaknya mengutus personil jajaran sat-binmas menyempatkan diri untuk berikan pembekalan materi keagamaan kepada seluruh tahanan. Dan dalam kesempatannya, KBO Sat-Shabara Iptu Surhadi Burhan selain berikan siraman rohani dirinya juga mengajak tahanan menghafalkan surat alfatihah.

“Memang sudah menjadi kegiatan rutin, setiap Jum’at kita lakukan pemberian bekal siraman rohani diperuntukan seluruh tahanan, terutama tahanan bagi beragama islam. Ya, harapan ini mampu menjadi bekal tersendiri bagi para tahanan,” terang Suhendro.

Sementara itu, perasonil BKO Sat-Shabara Iptu Surhadi Burhan mengatakan semua kegiatan siraman rohani merupakan perintah langsung pimpinan bapak Kapolres. Dimana, para tahanan khususnya yang beragama Islam, sebelum dilimpahkan ke kejaksaan agar diberikan siraman rohani sekaligus bersama-sama agar menghafalkan surat alfatihah.

“Kalau materi siraman rohani kita berikan, alhamdulilah dalam kesempatan minggu ini kami memberikan pembekalan terkait kehidupan, mati dan Jodoh yang semuanya merupakan menjadi urusan Tuhan Yang Maha Esa,” kata Surhadi

Selain  itu juga, dalam kesempatan yang sama dirinya mengajak seluruh tahanan untuk selalu mengingat dan berupayalah memperbaiki diri dari kesalahan yang pernah dilakukan yang tidak lain hal utama agar kita bisa kemudian hari kelak berguna bagi masyarakat.

“Tak hanya itu nasehat demi nasehat di berikan. Namun, semua yang kita sampaikan kiranya kedepan setelah mereka bebas sudah lebih dulu dibekali, kemudian barulah disisa kesempatan jalani hukuman dipenjara mereka hanya tinggal mendalami saja. Kemudian, setelah nantinya bebas kiranya mampu menjadi pribadi yang baik,” bebernya. | NRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *