Tugumulyo Sumbang Volume Sampah Terbanyak

Tugumulyo Sumbang Volume Sampah Terbanyak

MUSI RAWAS – | Setiap harinya sekitar 12 Ton sampah, berasal dari 6 Kecamatan Kabupaten Musi Rawas (Mura) diangkut ketempat pembuangan akhir (TPA).  Dari belasan ton sampah yang dihasilkan, penyumbang sampah terbanyak, berasal dari Kecamatan Tugumulyo. Pernyataan itu disampaikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mura Hermerudin melalui Kabid Pengelolahan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya dan Beracun‎ (PSLB3)  Sri Lastusi ketika dibincangi sejumlah wartawan diruang kerjanya. Senin (24/6) siang.

Diakuinya, sudah menjadi tugas dan fungsi (Tupoksi) DLH menyediahkan tempat dan pengatur dari pada pengolaan sampah. Dimana, setiap tahunnya dari 14 Kecamatan tersebut sekitar 6 Kecamatan plus pendopoan rumah dinasi bupati, terakomodir baik telah miliki lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) sekaligus dilakukan pungutan keberadaan sampah rumah tangga (SRT), kemudian sampah diangkut ke lokasi tempat pembuangan sampah terakhir (TPA).

“Untuk soal pengelolaan sampah di Kabupaten Mura. Kita DLH setidaknya, hanya mengakomodir pengakutan sampah 6 kecamatan Muara Beliti, TPK, Megang Sakti, Purwodadi dan Tugumulyo serta satu lokasi Pendopoan Rumah Bupati di Kota Lubuklinggau. Kesemuanya, sehari sampah diangkut sekitar 12 ton. Sedangkan kalau dilihat dari enam kecamatan, penyumbang terbanyak sampah itu Kecamatan Tugumulyo,” terangnya.

Lebih Jauh Tri Lastuti menyebutkan secara rinci, terhitung Januari hingga minggu ketiga bulan Mei 2019. Jumlah volume Sampah keseluruhan sudah mencapai 4.651.2 kubik (M3). Kemudian Volume sampah, untuk setiap bulannya sekitar 12 ton.

“Memang tidak bisa dipungkiri, hasil sampah setiap harinya dihasilkan begitu banyak. Sedangkan, dari kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas penunjang barulah 12 orang petugas dengan terbagi empat mobil pengakut,” bebernya.

Kendati demikian, sambung wanita berhijab sar’i dengan kondisi tersebut pihaknya sudah setiap tahun mengajukan permohonan penambahan armada pengakut sampah, “Akan tetapi, dengan melihat kondisi sekarang normal sehari 12 ton. Kita yang punya lahan TPA 5 Hektar paling tidak lima tahun lokasi masih bisa menampung. Sebaliknya, jika volume sampah melebih dari itu terpaksa mencari lokasi baru,” tukasnya. | NRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Po Kbr Bos?