Cegah Korsleting Listrik, PLN Ingatkan Warga 7 Himbauan

Cegah Korsleting Listrik, PLN Ingatkan Warga 7 Himbauan

MUSI RAWAS – | Terhitung sejak awal tahun 2019, sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) marak terjadinya bencana kebakaran rumah. Hampir sebagian besar kejadian kebakaran dipicu gangguan hubungan arus pendek listrik (Korsleting/red). Menanggapi hal tersebut, Manager ULP PLN Rayon Muara Beliti Zera Fitrazon memastikan,  sebagai upaya mencegah agar korsleting tidak terulang. PLN serukan 7 himbauan penting, kepada seluruh pelanggan warga masyarakat di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Benar, sudah beberapa kali terjadi bencana kebakaran yang sebagian besar karena korsleting listrik. Untuk itu, kita PLN kembali setiap pasca kejadian kebarakan terus serukan yakni 7 himbauan penting terkait bahaya kelistrikan,” terang Zera Fitrizon ketika dibincangi belum lama ini.

Lebih jauh Mantan Manager PLN Kota Jambi  menyebutkan, kesemua 7 himbauan penting terdiri dari. Pertama dihimbau pelanggan untuk tidak sekali-kali mengotak atik ataupun membypass peralatan pengaman listrik seperti sekring ataupun MCB, kedua pelanggan juga jangan menempelkan stop kontak bertumpuk-tumpuk. Ketiga, pelanggan dihimbau perhatikan kabel-kabel material listrik terutama yang  mungkin sudah terkelupas atau sambungan.

“Sedangkan ke empat, pelanggan juga tidak boleh dan jangan biarkan tusuk kontak peralatan elektronik menempel pada stop kontak terlebih ketika tidak di gunakan dan pastikan tusuk kontak tidak longgar. Kemudian, kelima seluruh pelanggan tidak boleh gunakan tenaga teknik instalatir pribadi untuk memperbaiki listrik selain tenaga instalatir dari PLN. Selanjutnya ke enam pelanggan dihimbau untuk selalu gunakan peralatan listrik atau alat elektronik berstandar SNI dan ketujuh pelanggan juga diharapkan rutin periksa istalasi berkala sampai dengan 10 tahun atau lebih,” bebernya.

Tidak hanya seruan himbauan, sambung Zera Fitrizon memastikan untuk menangani terjadinya korsleting. Semua secara berkala, PLN turunkan tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) guna melangsungkan patroli pemantau selanjutnya.

“Sebenarnya terus menjadi kendala kita PLN, tidak lain keterbatasan personil. Sehingga, kalau kita diminta bantuan paling tidak PLN turunkan hanya bisa sediakan petugas teknis, mereka turut keliling monitoring kejadian terjadi di desa,” tukansnya. | NRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *