Warga Tanjung Agung Mengeluh, Akses Jalan Rusak Karena Perusahaan

MURATARA – Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara mengeluh terhadap aktivitas salah satu perusahaan.

Hal itu beralasan karena perusahaan tersebut diduga menyebabkan akses jalan rusak parah. Bahkan banyak tanaman warga yang tumbang akibat pengerukan batu di sepanjang kebun warga.

Mirisnya aktivitas tersebut hingga saat ini belum pernah ditindak lanjuti oleh pemerintah setempat. Kondisi jalan yang rusak menghambat aktivitas, baik penunjang pendidikan, ekonomi dan yang lainnya.

Bahkan anak-anak yang akan berangkat sekolah sering telat sebab masih ada Desa yang belum punya sekolah setingkat Atas sehingga harus pulang pergi ke Kecamatan.

“Jalan rusak akibat ulah perusahaan yang tidak bertanggungjawab. Sudah mengeruk SDA desa tidak menghiraukan akibatnya seperti banyaknya tanaman warga yang tumbang,”ungkap Indra YT (37) warga Desa tanjung agung.(27/12)

Lanjutnya, untuk jalan yang menuju Desa Tanjung Agung terhitung sudah satu tahun, jalan tersebut rusak oleh oknum perusahaan. Pernah berhenti sejenak aktivitas tersebut dikarenakan warga hampir betumpah darah. Namun akhir-akhir ini aktivitas perusahaan itu kembali berjalan.

“Perusahaan bertanggungjawab beserta oknumnya,”jelasnya. Seraya mengatakan kerusakan dari Simpang Danau lebih kurang 20 Km.

Kemudian, kepada pemkab ia meminta tolong perusahaan tersebut jauhkan dari desa mereka. “Kami mempersilakan beraktivitas akan tetapi timbal balik terhadap desa dipenuhi, sebab akibatnya di pertanggungjawabkan. Kebun warga yang tumbang kesungai di gantikan.

Sementara itu Hengki (27) juga warga setempat mengatakan, aktivitas tersebut telah merugikan banyak orang. Terutama warga yang mempunyai kebun sekitar tambang.

“28 batang duku saya tumbang ke sungai. Tidak digantikan,”jelasnya.

Ia meminya kepada pemerintah menjadi jembatan masalah ini. “Kami tidak ingin ada masalah baru atas kejadian ini, katanya

Juga dijelaskannya, ia sudah melaporkan permasalahan tersebut kepada pihak yang terkait seperti kades, camat, manager perusahaan bahkan bupati. Namun mirisnya hingga saat ini belum juga ada ganti rugi.

“Aku lah lapor. Baik pihak perusahaan maupun pemerintah. Tidak ada juga titik terang hingga saat ini,”ucapnya.

Sementara itu, Kades Desa Tanjung Agung Korbilah mengatakan pihaknya beserta desa akan melukan rembukan dalam upaya pencegahan terhadapa aktivitas perusahaan tersebut.

“Kita akan atur jadwal secepat mungkin guna melakukan pencegahan. Sebab aktivitas perusahaan tersebut sudah sangat meresahkan orang banyak.”ucapnya singkat melalu telepon.

Sumber : Hariansilampari.co.id

Berita Terkait :

Ulah PT BRU, Akses Jalan Tanjung Agung Rusak Parah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb