Dinilai “Bohongi” Media, Ini Kata Plt Kabag Humas Musirawas

* Terkait Janji Pembayaran Hutang Ke Media Selama 21 Hari

MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Polemik dan perbincangan hangat muncul dan mencuat dikalangan sejumlah awak media yang bertugas di Kabupaten Musi Rawas (Mura) terhadap Bagian Humas Setda Kabupaten Mura terkait janji dan komitmen Plt. Kabag Humas, Abdullah Fadli.

Sebagaimana diketahuai bahwa Abdullah Fadli pernah komitmen pembayaran ADV/Iklan kepada media akan direalisasikan dalam waktu 21 hari kerja pemerintahan setempat, namun menurut sejumlah wartawan hal itu tidak terbukti dan bisa dikatakan “Bohong besar”.

“Katanya pembayaran ADV/Iklan akan diselesaikan dalam waktu kerja selama 21 hari, tapi kenyataannya tidak terbukti dan bisa dikatakan “Bohong besar” perkataan Plt Kabag Humas beberapa waktu yang lalu.

Setelah itu ada aturan baru lagi yang namanya pembayaran melalui transfer ke rekening perusahaan atau biro eh malah dibayar cash jadi kita bingung yang mana sih aturan dipakai, apakah aturan Humas baru dibawah kepemimpinan Abdullah Fadli atau masih aturan Humas lama.

Kalu seperti ini buat apa susah-susah mengurus berkas rekening yang dipinta mereka. Ini baru menyelesaikan tagihan advetorialnya cuma satu kegiatan saja kepada sejumlah perusahaan pers. katanya Humas baru, ” ungkap Asrul salah seorang wartawan yang bertugas di kabupaten tersebut, Rabu (13/04/2016)

Hal senada juga dilontarkan oleh Zainal Hadi salah seorang wartawan dari media merdeka news, disaat pihak Humas sedang melakukan pembayaran advetorial kepada media secara cash melalui wartawannya, nama media merdeka news tidak terdata dan tidak bisa dibayar padahal jelas dirinya sudah mendapat order dan ditanda tangani oleh kasubag humas Sarbani Eka Kesuma.

“Hutang Humas itu memang tidak banyak kepada media tempat saya bernaung, namun tanggung jawab itu lebih besar harga nya dibandingkan dengan yang lain, ketika saya hendak mengambil uang pembayaran advetorial dari pihak Humas katanya nama media saya tidak terdata jadi tidak dapat dibayar padahal sudah jelas saya mendapat surat undangan untuk meliput berita advetorial, ” tandasnya sembari menunjukan selebaran kertas order dari pihak humas dan berkata bahwa dirinya sedang mau berkoordinasi dengan pihak humas setempat terkait permasalahan tersebut.

Sementara itu Plt. Kabag Humas Abdullah Fadli ketika dikonfirmasi via seluler-nya, Rabu (13/04/2016) terkait hal ini dirinya berdalih bahwa kendala pembayaran kepada media itu salah satunya dari sejumlah pihak media itu sendiri yang mana kelengkapan berkas dan syarat masih banyak belum bisa dipenuhi.

“Cuma ada 5 media yang baru lewat dari 21 hari waktu kerja, dan juga pihak staffnya perlu penyesuaian terhadap aturan baru ini.

Jadi masalah 21 hari itu, 21 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap dan bukan 21 hari kalender, ketika kemarin kami cek bahwa cuma ada beberapa media saja yang lewat waktunya dari 21 hari kerja kita, sisanya lebih kurang 90% belum lewat.

Setelah kami teliti semua berkas media disurat masuk itu cuma ada tidak lebih dari 5 media yang lewat dari 21 hari kerja pemerintahan kita,” terang Abdullah Fadli.

Lanjutnya, Untuk mekanismenya kita benahi seperti kelengkapan SPJ ada beberapa BA yang harus kita buat dan ini membuat staff kita agak merubah dari mekanisme komitmen kemarin dan mereka perlu waktu untuk menyesuaikan.

Untuk mekanisme pencairan itu kenapa belum bisa menggunakan mekanisme transfer, karena kalau kita menggunakan mekanisme transfer ada beberapa media yang belum bisa kita transfer sebab hingga saat ini mereka belum memberikan rekening yang kita minta.

Guna mempercepat proses pencairan kita bayar secara cash, tetap uang dan nominalnya tidak berubah kecuali dipotong pajak pph dan ppn,” ungkapnya.

Dan untuk permasalahan salah satu media yaitu media merdeka news yang tidak terdata, Abdullah Fadli mengakui hal itu dengan alasan human error pada staffnya yang melakukan data penyalinan nama-nama media yang telah di berikan order.

“Pada saat melakukan pengetikan nama media tersebut terlewat, tapi sekarang sudah kita perbaiki, jadi koreksi kedepan terus tidak apa-apa demi kebaikan kita bersama dan kedepannya kita akan terus berbenah lebih baik lagi,” tandasnya. (ali akbar saukani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb