Penyerahan Aset Tertunda, Dewan Tunggu Kelengkapan Dokumen Pendukung

MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com — Hingga kini penyerahan aset ke Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan masih tertunda. Kendati sudah diajukan pihak Eksekutif sejak 23 Desember 2015, namun pihak Legislatif belum bisa menyetujuinya, karena tidak ada perincian per item dari total aset yang ada. Demikian disampaikan Anggota Pansus II DPRD Kabupaten Musi Rawas, Ramandha Dwi Putra kepada Jurnalindependen.com siang tadi, Rabu (06/04/2016).

Dalam hal ini, menurut Ramandha pihaknya tidak ada maksud menghambat dalam proses penyerahan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) ke Pemkab Muratara, tetapi hendaknya aset yang akan diserahkan mesti dapat diketahui dengan detil per item termasuk dokumen pendukungnya.

“Tidak ada maksud kita untuk menghambat, namun kami belum bisa menyetujui bila aset yang akan diserahkan belum jelas, pihak eksekutif awalnya hanya menyerahkan nilai total aset saja, setelah itu disusulkan kelengkapannya, namun banyak yang tidak didukung dokumen dari aset bersangkutan, seperti sertifikat.

Kami tidak bisa menyetujui penyerahan aset yang tidak jelas, karena akan menjadi masalah dikemudian hari, kami tidak mau ambil resiko hukum,” kata Politisi Partai Gerindra ini.

DPRD sebagai lembaga pengawas, lanjutnya berhak mengetahui secara detail dan lengkap rincian aset tersebut. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengawasi.

“Informasi yang saya dengar, diantara aset yang akan diserahkan tersebut ada yang hilang, ada juga aset jalan yang dibangun masuk hutan kawasan serta ada aset jembatan yang terbengkalai. Kebenaran informasi ini akan kami telusuri, apakah memang benar ada atau tidak,” ungkapnya.

Masih dikatakan Ramandha, bahwa ia berharap pihak eksekutif segera melengkapi detail perincian aset yang akan diserahkan, walaupun belum bisa secara keseluruhan. Paling tidak aset yang lengkap dokumen pendukungnya termasuk sertifikat atau SPH bila berupa tanah.

“Kami tunggu pihak eksekutif agar dapat kembali melengkapi dokumen aset yang ada per item, walau tidak bisa secara keseluruhan karena mungkin belum lengkap. Aset yang sudah lengkap dulu,” tutupnya. (fs)

Berita Terkait :

Aset 3 Jembatan Terbengkalai, Diduga Ada Permainan Kontraktor & Pejabat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb