Demali Minta Izin Hiburan Karaoke Dicabut

LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Rabu, (30/3) kira-kira jam lima sore di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumsel gempar dengan berita gesitnya Tim BNN melakukan penggerebekan sejumlah orang yang sedang pesta narkoba di Room Karaoke, Smart Hotel.

Pelaku yang kedapatan berpesta narkoba tersebut sebanyak sepuluh orang diantaranya ; Ferry Andriansyah (37), Eviani (18), Sari (20), Puka (20), Riana (19), Suyanto (37), Endah (36), Lukito (25), Septa Andika (23) dan Reno (26) merupakan satpam Hotel Smart.

Kesepuluh tersangka, diamankan di lokasi berbeda, lantai dua dan tiga. Di Room Karoke ditemukan sisa-sisa pesta berupa Narkoba jenis Sabu dan Ekstasi. Dua orang tersangka yang merupakan kurir diamankan Tim BNN melalui pengedar atas nama Reno.

Hal itu dikatakan pihak BNN kepada pers.

Berangkat dari petistiwa ini, Ir. Hindra Sumarjono (Ahin) Pemilik Smart Hotel mengadakan Jumpa Pers kepada wartawan dari berbagai media cetak terbitan lokal, regional, nasional di Ball Room lantai tiga Smart Hotel. Jumat, (01/4)

Hindra didampingi Niko Armanto mengatakan, dirinya mendirikan Smart Hotel semata-mata untuk membangun Kota Lubuklinggau. “Tidak ada terlintas untuk merusak Lubuklinggau,” kata Ahin.

Pihaknya membantah kalau Smart Hotel menyediakan tempat untuk Pesta Narkoba. Smart Hotel hanya menyediakan tempat hiburan Room Karoke. “Smart tidak pernah menyediakan tempat untuk pesta narkoba, ini perlu ditegaskan,” kata Ahin melalui rekannya Niko Armanto.

Bahkan pihak manajemen Smart sudah tiga tahun yang lalu menyatakan mendukung BNN dengan melakukan tes urin bagi calon karyawan, dibuktikan dengan penandatanganan fakta integritas.

Dilain waktu, Abu Hasan Azhari Koordinator Forum Demi Masyarakat Lubuklinggau (Demali) berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau untuk menutup dan atau mencabut izin tempat hiburan yang bermuara pada perusakkan moral masyarakat Kota Lubuklinggau khususnya, meningkatnya tindak kriminal dalam arti yang luas dan menjadi wahana penikmat bahkan transaksi Narkoba.

“Sebaiknya, izin tempat hiburan seperti Room Karaoke itu segera dicabut. Karena, tidak ada manfaatnya bagi masyarakat.” Katanya.

Menurut Abu, kalau pun ada pemilik usaha karaoke mengatakan dirinya mendirikan tempat hiburan dalam rangka membangun Kota Lubuklinggau, itu bohong besar!

“Di Room Karoke, itu ada perempuan penghibur yang memang diperuntukkan menemani tamu berkaraoke, tugasnya menuangkan minuman dan melayani perbuatan tidak senono lainnya.” Tegas Abu yang sebelumnya telah melakukan investigasi di tempat tertangkapnya kesepuluh tersangka.

Disana tempat menghamburkan uang, menegak minuman keras berbagai merek, berpeluk-pelukkan sambil karaoke dan bahkan tidak tertutup kemungkinan, akan terjadi negosiasi seks. “Apakah itu dikatakan membangun?” Ujar Abu lantang.

Selain itu, Koordinator Demali meminta kepada masyarakat Kota Lubuklinggau untuk menyatakan perang terhadap Narkoba. “Mari sama-sama kita bantu BNN Kota Lubuklinggau dalam rangka memerangi Narkoba tanpa terkecuali siapa pun pelakunya,” ajak Abu. (fs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb