MPPD Menilai Bambang Hariadi Punya Stempel Kebal Hukum

MUSI RAWAS – Saya akan  meminta bantuan keluarga yang ada di Kejaksaan Agung (Kejagung), keluarga saya banyak yang mejadi aparat penegak hukum, baik itu di kejaksaan maupun di instansi lainnya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Hariadi, saat dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu, terkait adanya dugaan indikasi sarat KKN pengadaan 30 ekor sapi perah dan juga menganggarkan perlengkapan sapi perah dengan dana Rp 2,29 Juta lebih untuk diserahkan kepada masyarakat.

Pegiat anti korupsi di wilayah ini menilai dengan pernyataan Bambang Hariadi tersebut disnyalir memiliki stempel kebal hukum dikarenakan memiliki keluarga di Kejagung, hal ini tentu patut diduga kuat adanya indikasi penyimpangan prosedur (KKN).

Koordinator masyarakat pegiat anti korupsi Masyarakat Peduli PembangunanDaerah (MPPD) Herdianto mengatakan, dengan adanya indikasi pejabat yang punya stempel kebal hukum, maka kami masyarakat mendesak kepada aparat penegak hukum untuk turun melakukan peninjauan kelapangan.

Apabila kegiatan pengadaan sapi tersebut yang menelan dana milyaran diduga terindikasi penyimpangan atau tidak sesuai spek, maka penegak hukum harus memproses secara hukum Kepala dinas tersebut.

Ditegaskannya, jika memang kegiatan pengadaan sapi berjalan sebagaima peruntukannya serta ketentuan, tentu Kabupaten Musi Rawas telah mengalami banyak perubahan. Jika pejabat di Musi Rawas punya keluarga sebagai penegak hukum apalagi di Kejagung RI, disinyalir kegiatan tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena jika dikemudian hari diketahui adanya dugaan penyimpangan cukup mengandalkan pihak kroninya. Tentu dikhawatirkan Musi Rawas akan hancur oleh ulah oknum tersebut.

“Bila kegiatan dikerjakan sesuai spek, Musi Rawas sudah kaya sapi, diketahui kegiatan pengadaan sapi dimulai sejak tahun 2011 sampai tahun 2016 ini yang menelan dana miliaran,” pungkas Herdianto.

Berdasarkan berita acara serah terima barang, sapi perah tersebut diserahkan kepada Kelompok Tani pada tanggal 14 September 2015 lalu.

Sumber : Bidik Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb