Bila Andalkan APBD, Perlu 186 Tahun Bangun Pilar Desa

MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com — “Perlu waktu 186 Tahun Bangun Pilar (batas) Desa bila andalkan APBD Mura. Hal ini berdasarkan analisa, karena keterbatasan alokasi anggaran untuk desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) hanya mampu bangun rata-rata 30 pilar desa pertahun. 

Dengan ideal 30 pilar yang mesti ada perdesa, diperlukan waktu 186 tahun untuk menyelesaikan pembangunan 186 desa yang ada di Kabupaten Mura,” ungkap Kabag Tapem Setda Kabupaten Mura, Reihal Ikmal ketika ditemui Jurnalindepenen.com , Jum’at (18/03/2016) diruang kerjanya.

Menurut Reihal Ikmal, untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat terhadap kepastian wilayah administrasi pemerintahan desa (Pemdes) dan meminimalisir terjadinya konflik perbatasan antar desa, pembangunan pilar desa harus dipercepat.

Anggaran pembangunan pilar dapat di gunakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) masing-masing desa.

“Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Musi Rawas pada 18 Januari 2016 kepada seluruh camat dan kepala desa (Kades) di Kabupaten Mura tentang Gerakan Bersama Pemasangan Pilar Batas Desa’ (Gema Sang Pilar) diterangkan bahwa setiap desa pada APBDes 2016 diminta menganggarkan untuk pembangunan 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) pilar.

Bila idealnya 30 pilar perdesa maka diperlukan 4 sampai dengan 6 tahun untuk tuntaskan pembangunan pilar desa,” papar Reihal Ikmal.

Mengenai pedoman atau dasar hukum pembangunan pilar melalui APBDes, Reihal Ikmal menerangkan berdasarkan Peraturan Menteri Desa PDTT No. 1 Tahun 2015 pasal 8 huruf a disebutkan bahwa salah satu kewenangan desa adalah Kewenangan Lokal Berskala Desa di bidang Pemerintahan Desa yaitu Penetapan dan Penegasan Batas Desa.

Turunan dari peraturan menteri tersebut telah diatur pada Peraturan Bupati No. 47 Tahun 2015 tentang Daftar Kewenangan Desa Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa, sehingga dimungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan pemasangan pilar batas desa melalui APBDes.

“Pada 24 Maret 2016 nanti kita akan mengadakan rapat koordinasi Tapem sekaligus pencanangan ‘Gerakan Bersama Pemasangan Pilar Batas Desa’ (Gema Sang Pilar). 

Program ini merupakan program yang pertama di Indonesia, saya sudah menghubungi pihak Kementerian Desa melalui jejaring sosial, dan Beliau (Menteri Desa PDTT) mendukung dan memberi arahan agar koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tutupnya. (fs)

Berita Terkait :

Pemkab Mura Canangkan ‘Gema Sang Pilar’ Pertama di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb