Toilet Senilai 190 Juta di Agropolitan Center Terbengkalai

Musi Rawas — Pemerintah Kabupaten Musi Rawas pada  2015 lalu menganggarkan dana Rp 190 juta lebih untuk membangun  toilet dan Shalter di alun alun Agropolitan Centre (AC), Kecamatan Muara Beliti.

Toilet super mewah yang berukuran lebih 4×6 m, dibangun dengan kontruksi beton dengan lantai dan dinding keramik dilengkapi westapel dan Urinal yang saat ini sudah  hilang.

“Kondisi WC Umum tersebut sangat memprihatinkan, tidak ada  lagi fasilitas pendukung,” ujar Putri salah seorang pengunjung yang mengaku mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Lubuklinggau.

Banyak fasilitas kelengkapan WC yang rusak, seperti  westafel, Kaca, Urinal dan yang lainnya hancur dan hilang, kemungkinan dilakukan oleh tangan jahil.

Sementara dari  pantauan  lapangan, kondisi Toilet umum di alun alun Agropolitan Center tersebut memang sangat memperhatinkan meskipun terlihat cukup mewah.

Dari data yang terkumpul toilet yang di bangun pada 2015 tersebut menghabiskan dana yang cukup fantastis namun masih terlihat ada kekurangan pengerjaan seperti sarana air bersih dan listrik yang tidak ada.

“Wajar saja jika toilet ini dihancurkan oleh tangan jahil,” ujar Wasikin salah seorang wartawan yang juga berada dilokasi, Minggu lalu.

Menurutnya, kekesalan pengunjung kemungkinan toilet tersebut tidak memiliki air sehingga mereka yang sudah kebelet pipis terpaksa menunda buang hajat.

Sementara itu, Wasikin menyayangkan pengerjaan toilet  dengan dana besar tersebut tidak di kerjakan maksimal, ”Ini terkesan ada permainan antara kontraktor dan PPTK,” ketusnya.

Ditempat terpisah Herry, salah seorang tukang yang mengaku sering mengerjakan Proyek pemerintah menjelaskan dana yang dianggarkan untuk pembangunan  toilet serta shalter tersebut cukup tinggi.

“Kalau diperkirakan dari bagunan tailet maupun shalter yang ada saya rasa dana yang terserap tak begitu menelan dana besar,” ujarnya.

Semuanya dapat di perhitungkan, seperti Semen diperkirakan menghabiskan 200 sak dengan harga tertinggi 70.000 = Rp 14.000.000, pasir diperkirakan Rp 15 Juta.

Kemudian batu bata 10 000 bh x Rp 400 = Rp 4 juta, besi 100 batang diperkirakan 10 juta, kramik diperkirakan 5 juta rupiah, asesorisannya, Kloset Jongkok empat buah diperkirakan 1.5 juta,  urinal 3 buah harga tertinggi diperkirakan 5 juta, westapel diperkirakan 3 juta dan tambahan asesoris lainnya, cat ,pintu plastik dan sebagainya diperkirakan mencapai 10 juta rupiah.

“Keseluruhan dari upah tukang  hingga bahan bangunan diperkirakan  serta lain lainnya di bawah 100 juta, itu sudah dihitung dengan bahan yang sudah lebih dan harga tertinggi” ujarnya. 

Sumber : LubuklinggauNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb