Pasca Libur Lebaran, Warga Musi Rawas  “Serbu” Kantor Dukcapil

Pasca Libur Lebaran, Warga Musi Rawas  “Serbu” Kantor Dukcapil

MUSI RAWAS – | Hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran, ratusan warga masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura) “Serbu” Kantor layanan Administrasi Kependudukam (Adminduk), Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) Mura.

Sebagian besar warga datang mengurus administrasi kependudukan yakni perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTPel). Senin (10/6) siang.

Kadisdukpencapil Mura, Y Morry melalui Kabid Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Rahmad Dinata menerangkan, sudah hampir sepekan lamanya berkenaan dengan cuti bersama menyambut lebaran Idul Fitri kantor pelayanan adminduk Didukcapil tidak melayani. Lantas, dihari pertama masuk kerja lumayan cukup ramai warga yang sebagian besar belum miliki KTPel mendatangi kantor pelayanan adminduk kantor disdukpencapil Kabupaten Mura.

“Hampir sama tahun-tahun sebelumnya, kalaulah pasca libur lebaran. Pastikan kantor pelayanan Dukcapil kita ramai warga datang. Di hari pertama masuk kerja saja lumayan cukup ramai, dimana sebagian besar warga sendiri datang mengurus KTPel dan warga pun semuanya langsung ikuti proses perekaman,” terangnya.

Lebih jauh, Rahmad memprediksi ramainya warga datang sendiri terhitung mencapai 400 orang. Masing-masing warga, sekitar 200 orang itu mengurus pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran.

“Sedangkan sebagianya mencapai 200 orang lagi mengurus pembuatan KTPel. Dan semuanya juga telah ikuti proses perekaman data pribadi. Kemudian, nantinya semua data tersebut dihimpun dan KTPelnya dicetakan segera,” bebernya.

Kendati demikian, sambung Rahmad menyebutkan ditengah ramainya antusias warga masyarakat melakukan pengurusan adminduk. Terutama menyangkut, pembuatan KTPel sedikit terdapat kendala yakni terjadi rusaknya Server Induk. Sehingga, untuk sementara waktu proses cetak KTPel terganggu.

“Kalau soal kendala, kita dihadapi persoalannya gangguan. Pertama telah terjadi Down Server Induk, kemungkinan mengakibatkan Hadwarenya mesti dilakukan perbaikan. Memang kalau sampai beberapa hari kedepan, pertama kalau untuk proses rekam kita lakukan sistem offline. Tetapi, kalau untuk cetak KTPel memang harus online. Sehingga, untuk waktu yang belum bisa ditentukan layanan cetal KTPel kita belum bisa berjalan sampai nantinya server kita kirim ke Kementrian untuk dipebaiki terlebih dulu Jadi kami himbua warga kiranya bersabar,” tandasnya.

“Paling tidak, mulai besok kita sudah paketkan kirim ke kementerian. Ya, paling cepat dua pekan atau paling lambat jangka waktu satu bulan server selesai diperbaiki layanan cetak KTPel segera bisa digunakan,” katanya.

Sementara itu, Nurmaida (35) warga Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti mengaku dirinya bersama keluarganya datang ke kantor disdukcapil mengurus pembuatan KTPel. Baru saja mengurus, karena dirinya selama ini kerja diluar daerah baru sempat pulang lebaran mengurus guna mendapatkan KTP keperluan kerja.

“Kalau mengurusnya saya perekaman sudah sebelum libur. Memang karena libur jadi ditunda untuk kembali datang mengambil hasil cetak KTPel. Untungnya sebelum servernya gangguan, karena KTPel sudah dicetak jadi saya dan ada beberapa keluarga sudah bisa mengambil KTPel,” tukasnya. NRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Po Kbr Bos?