Sat. May 25th, 2019

Tergoda Video Porno, Oknum Pelajar Megang Sakti Perkosa Bocah SD

MUSIRAWAS- Tergoda dengan adegan syuir video porno, membuat HN (15) seorang pelajar warga Desa Megang Sakti III, Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas (Mura) nekat setubui Mawar (8) bocah duduk bangku sekolah dasar (SD) tidak lain masih tetangganya sendiri.

Tidak tanggung-tanggung, prilaku bejat perbuatan asusila pelaku dilakukan berulang kali. Pertama, aksi bejat terjadi awal maret 2019 sekitar pukul 11.00 wib, ketika itu korban tengah bermain didepan kediaman pelaku. Kemudian, aksi kedua terjadi juli 2018. Dimana, pelaku keluar dari rumah membawah korban kemudian menyetubuinya diareal kebun berada belakang rumah tetangga Desa Megan Sakti III, Kecamatan Megang Sakti.

Kapolsek Megang Sakti AKP Hendrawan membenarkan adanya tertangkap salah warga, seorang anak masih dibawah umur diduga telah lakukan tindak kriminal asusila terhadap korban anak berusia 8 tahun, tetangganya sendiri.
“Benar kita, kita sudah amankan pelaku HN pelajar SMP tengah berada dikediaman tanpa perlawanan. Pelaku sendiri diduga, telah lakukan tindak kriminal diduga telah menyetubui korban anak dibawah umur  tinggal tidak jauh dari rumahnya,”terang Kapolsek ketika dibincangi. Rabu (15/5)

Lebih jauh, Hendrawan menyebutkan terbongkarnya aksi pelaku yang terjadi sudah satu tahun yabg lalu, semuanya dari hasil penyidikan atas laporan keluarga korban. Bersama, dengan dikuatkanya keterang saksi-saksi dan bukti hasil visum Et-Refertum.

“Kalau dari keterangan pelaku, dirinya lakukan perbuatan pertama kali karena tergoda  adegan video film porno yang dibuka lewat handphone. Dan diwaktu bersamaan pelaku dari balik kaca jendela melihat korban tengah bermain sendirian didepan rumah. Kemudian, pelaku menghampiri korban dan langsung membawah masuk kedalam kamar dan pelaku melampiaskan nafsu birahinya, melepas semua baju korban lalu lelaku naik tubuh memaksa layaknya hubungan suami istri,”jelas Hendrawan yang juga mantan Kanit PPA Polres Lubuklinggau.

Tidak sebatas itu, sambung Hendrawan menambahkan aksi pemerkosaan kembali dilakukan pelaku. Tertanggal, juli 2018 pelaku keluar dari kediamanya mengajak korban pergi kekebun. Dan kembali, pelaku dengan dengan memaksa pelaku mengulangi perbuatan dan usai melampiaskan nafsunya aksi pelaku diketahui teman-temanya. Selanjutnya, pelaku pun aksinya tidak ingin diketahui mengacam teman-teman agar tidak memberitahukan kejadian terjadi.

“Untuk sampai sekarang, perkara kembali temgah dilakukan penyidikan lebih lanjut. Pelaku kini tengah dalam pemeriksaan didampingi orang tua dan penasehat hukum,”bebernya. NRD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *