Tutupi Kekurangan Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikebut

MUSIRAWAS – Pemasangan plaster pada bangunan irigasi di Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas langsung dikebut. Hal ini untuk menutupi kekurangan material batu yang tidak dipasang di beberapa bagian pondasi bangunan.

Pantauan wartawan di lokasi, Selasa (4/9), meski dibeberapa bagian kondisi bangunan proyek irigasi tanpa plang itu terlihat mulus setelah diplaster, namun masih saja ada yang nampak jika bangunan itu tidak seutuhnya dipasang batu.

“Secepatnya di plaster untuk menutupi beberapa bagian yang tidak di pasang batu,” jelas Agus warga setempat.

Agus meminta saat pemeriksaan 100 persen nanti agar bagian bangunan yang tidak menggunakan batu itu dibongkar ulang, supaya kualitas bangunan dapat bertahan lama.

“Bila perlu saat pemeriksaan nanti bawak godam, biar tahu bahwa bangunan itu ada yang tidak pakai batu,” katanya.

Sementara Kepala Dinas PUCKTRP Musi Rawas, Ristanto Wahyudi belum berhasil dimintai komentarnya terkait pengerjaan proyek irigasi yang diduga materialnya dimanipulasi ini.

“Saya buru-buru ingin ke kantor bupati. Nanti temui Fery Kabid Pengairan saja,” katanya.

Sementara Kabid Pengairan Dinas PUCKTRP Feri, belum berhasil dihubungi, karena sedang ke lapangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diduga akibat kurang pengawasan, pengerjaan proyek irigasi di Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas ini disinyalir dimanipulasi oleh rekanan yang mengerjakannya.

Pasalnya volume material batu bujang untuk pembangunan proyek yang tidak memiliki plang papan nama ini diduga dikurangi alias dimanipulasi.

Terlihat jelas, material batu bujang diduga hanya dipasang sekitar 10 centimeter di permukaan pondasinya saja, sementara di bagian bawah, sebagiannya hanya mengandalkan gundukan tanah.

Untuk menutupi seolah batu terpasang dari dasar pondasi, oleh tukang yang mengerjakannya langsung di plaster. Meski demikian, masih terlihat jelas pondasinya tidak menggunakan batu alias hanya mengandalkan gundukan tanah.

Selain itu, ada juga di beberapa bagian pondasi hanya dipasang batu gunung untuk menghemat penggunaan batu bujang.

Sementara untuk lantainya, diduga hanya ditaburi acian semen bercampur pasir seadanya.

Selain materialnya diduga dimanipulasi, pengerjaan proyek ini juga diduga asal jadi. Sebab, bangunan irigasi ini lebih tinggi dari muara anak sungai yang tujuannya untuk mengaliri persawahan warga yang tidak lagi berfungsi itu.

”Masak pemasangan irigasi ini lebih tinggi dari permukaan air, bagaimana airnya mau masuk. Proyek ini kayaknya dikerjakan asal-asalan saja,” kata Agus warga setempat.

Agus juga mengatakan, material batu digunakan untuk pembangunan irigasi ini hanya sedikit sekali.

“Papan nama proyek juga tidak ada, sehingga kita tidak tahu apa judul proyek ini, berapa dananya dan siapa rekanannya. Jika kondisi bangunannya seperti ini, bangunan irigasi ini tidak akan bertahan lama, paling hanya bertahan satu atau dua bulan saja,” katanya.

Sebagai warga negara jelas Agus, dia meminta tim turun kelapangan, sehingga anggaran yang digunakan pembangunan irigasi yang dibangun di kebun karet warga ini tidak terbuang begitu saja, dan disinyalir hanya dinikmati segelintir oknum yang meraup keuntungan besar dari proyek ini.

“Bila perlu dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai RAB nya. Tidak masuk akal jika proyek ini sudah dikerjakan sesuai RAB,” katanya.

Agus juga mengatakan, jika pihak terkait tidak peduli dengan proyek ini, sebaiknya dilaporkan ke aparat penegak hukum atas indikasi manipulasi material bangunan ini.

Senada dikatakan warga yang namanya minta untuk tidak ditulis menjelaskan, beberapa acian di atas pondasi bangunan itu sudah mengelupas karena terkena cucuran hujan dan lain sebagainya, yang diduga disebabkan semennya sedikit ketimbang pasir, sehingga kualitasnya tidak bagus.

”Kami masyarakat khususnya di sekitar ini merasakan pekerjaan ini tidak layak, dan jelas sebagai warga negara Indonesia kita merasa dirugikan,“ jelasnya.

Sementara salah seorang tukang yang sedang mengerjakan proyek itu mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal papan merek proyek irigasi ini. Menurutnya, dia beserta sejumlah tukang hanya mengerjakannya saja.

Setahu dia, pembangunan irigasi ini sepanjang 137 meter dengan kedalaman 60 CM dan lebar 50 CM.

“Berapa dananya kami juga tidak tahu, mungkin ratusan juta. Untuk rekanannnya kalau tidak salah namanya Syam,” kata dia. (Firman-IK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb