PUCKTR Janjikan Lampu Jalan Bulan Depan di Leban Jaya

MUSIRAWAS- Masyarakat Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas yang meminta 17 titik sarana lampu jalan di desa itu difungsikan diharapkan untuk bersabar.

Pihak Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang dan Pemukiman (CKTRP) Musi Rawas berjanji akan merealisasikan keinginan warga itu pada Mei 2018 mendatang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PU CKTRP Musi Rawas melalui Kasi Listrik, Ariandi, Kamis (12/04).

“Insyaallah Mei bulan depan sarana lampu jalan di Leban Jaya kami fungsikan,” kata Ariandi.

Dikatakan dia, pemungsian lampu jalan di desa itu akan menggunakan sistem manual, bukan menggunakan sistem pengaturan waktu (timer ).Artinya jelas dia, diminta partisipasi kades untuk menyiapkan warga yang bertugas mengatur stop kontak lampu jalan.

Apabila saat difungsikan nanti mempengaruhi daya listrik (spaning rendah) di rumah rumah warga, pemungsiannya akan dihentikan dan akan dilakukan penambahan travo terlebih dahulu.Untuk pengadaan travo ini jelas Ari, tidak serta merta langsung bisa direalisasikan, sebab harus diusulkan dahulu dan atas persetujuan DPRD Musi Rawas untuk menganggarkannya.Artinya, perlu waktu satu tahun lagi untuk pengadaan travo itu nanti.

” Kita minta bersabar, Insyaallah Mei nanti kita coba untuk memungsikannya,” kata dia.

Menampik adanya anggapan masyarakat bahwa setiap bulan warga dikenai pajak penerangan lampu jalan seperti tertulis di kwitansi pembayaran listrik rumah warga, menurut Ari itu bukan pajak lampu penerangan jalan.

” Pajak itu bukan pajak penerangan lampu jalan, tapi pajak pemakaian listrik di rumah warga sebesar 10 persen dari tarif pemakaian.Pajak itu masuk ke KAS daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas dia.

Dari pajak inilah nantinya menurut Ari, untuk biaya pemeliharaan sarana lampu jalan dan sebagainya.

Sementara itu sebelumnya masyarakat Desa Leban Jaya berharap sarana lampu jalan di desa itu difungsikan.Pasalnya sejak sekitar 7 tahun lalu sarana lampu jalan di desa itu dipasang, namun belum pernah difungsikan.
Padahal menurut warga, setiap bulan mereka dikenakan pajak penerangan lampu jalan.

” Jika tidak difungsikan untuk apa sarana lampu jalan di desa itu dipasang,” kata Agus Utomo (34) belum lama ini.

Tidak difungsikannya lampu jalan di desa itu menurut Agus, membuat kondisi jalan pada malam hari sangat gelap.

Agus menambahkan, padahal 17 titik sarana lampu jalan yang telah terpasang itu berada di titik keramaian penduduk.

” Kami berharap kepada Pemkab Musi Rawas melalui dinas terkait memungsikannya, agar desa kami bisa maju dan berkembang,” katanya.(MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb