Harga Karet Nyaris Tembus Rp10 Ribu

SEKAYU – Harga lelang karet mingguan di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Desa Bumi Kencana, Kecamatan Sungai Lilin, Muba pekan ini mencapai titik tertinggi. Jika sebelumnya Rp9.500 kini harga sudah mendekati angka Rp10 ribu. “Alhamdulillah harga getah karet kembali meningkat,” kata Siswanto, pembina sekaligus kades Bumi Kencana, kemarin.

Jumlah getah karet yang terhimpun mencapai 16 ton. Untuk produksi di musim hujan, jumlah tersebut tergolong baik. “Kita senang harganya membaik, dengan harga yang terus membaik seperti sekarang petani juga bisa ikut gembira karena pendapatan mereka juga meningkat,” tukasnya.

Staf UPT Disbun Sungai Lilin, Fetra mengatakan, harga yang dicapai di UPPB Desa Bumi Kencana termasuk tertinggi untuk lelang mingguan. “Jumlah produksinya untuk hitungan musim hujan juga termasuk baik,” pungkasnya.

Sementara itu, secara umum di Muba harga karet meningkat. Dari Rp7.400 naik Rp8.100 serta tembus Rp8.500 per kg. ‘’Harga karet merangkak naik,’’ kata Sunarno (58), petani karet Desa Cinta Karya, Kecamatan Plakat Tinggi.

Harga karet tembus Rp8.500 itu, getah yang telah direndam selama satu bulan atau dikenal karet bulanan. Sebaliknya karet harian, harganya lebih murah Rp6 ribu. “Harga ini, karet yang dijual ke pengumpul atau yang bisa beli ke rumah-rumah warga,” tegasnya.

Sementara itu, perusahaan hargai getah kering mencapai Rp11–12 ribu. “Karet ini haruslah yang telah dijemur,” tegasnya. Kalau di tingkat pengepul, petani miliki getah karet sebanyak 2 ton, harganya bisa lebih mahal sekitar Rp8.700/kg,” cetusnya. (kur/yud/ce2–Sumeks)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb