Tuntut Gaji, Ratusan Karyawan PT Mitra Ogan Mogok Kerja

BATURAJA – Ratusan karyawan PT Mitra Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan melakukan aksi mogok kerja menuntut gaji yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

PT Mitra Ogan perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Desa Karang Dapo, Kecamatan Peninjauan itu, didesak segera membayar hak-hak karyawan (gaji) pada Juli dan Agustus 2016, kata Ketua Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SP3) perusahaan itu, Bawafi usai melakukan demonstrasi di halaman pabrik Mitra Ogan, Rabu kemarin.

Ia menjelaskan, gaji karyawan baru dibayar 65 persen, belum lagi tunjangan pendidikan yang semestinya dibayar pada saat anak mereka masuk sekolah, tetapi sampai saat ini belum dipenuhi perusahaan.

Menurutnya, dari 1.524 karyawan Mitra Ogan selama dua bulan terakhir hanya menerima 65 persen gaji, demikian juga dengan tunjangan pendidikan dan tunjangan lain.

“Kami akan mogok kerja sampai gaji dan semua hak-hak kami dibayar,” kata Bawafi.

Selanjutnya kata dia, pihaknya juga akan mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk membangun kebun berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Proyek pembangunan kebun di Muba tersebut sangat berdampak kepada keuangan Mitra Ogan di sini yang menelan biaya sebesar Rp1,2 triliun dimana diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp140 miliar, dan sejak pembangunan itu hak-hak karyawan di OKU tidak terpenuhi,” kata Alwi Sirahjudin anggota SP3 lainnya menambahkan.

Dikatakan Alwi, berkaitan dengan hak-hak karyawan yang belum diselesaikan oleh pihak manajemen perusahaan, pihaknya akan melaporkan hal ini ke Kementerian BUMN.

Menanggapi hal itu, Kaur Sumber Daya Manusia PT Mitra Ogan, Edi Froza, didampingi Kepala Kantor Distrik PT Minanga Ogan, Jefri, menjelaskan, pihaknya tidak menampik adanya kekurangan pembayaran gaji karyawan pada Juli dan Agustus 2016.

“Memang benar untuk Juli dan Agustus karyawan baru menerima gaji sebesar 65 persen, ini dikarenakan keuangan perusahaan sedang sakit- sakitan,” katanya.

Ia mengaku pihaknya tidak dapat memastikan kapan kekurangan gaji karyawan itu akan dilunasi.

“Kita masih berupaya untuk mengajukan pinjaman ke pihak perbankan. Jika itu segera dikabulkan, maka akan segera kami bayarkan, jumlahnya sekitar Rp4 miliar,” jelasnya.

Disinggung soal adanya dugaan korupsi yang telah merugikan keuangan perusahaan, Edi dan Jepri enggan memberikan komentar apapun.

“Kalau soal itu kami tidak berwenang menjawab, itu bukan kewenangan kami,` katanya. (ant)

Berita Terkait :

Manajemen PT Mitra Ogan Diduga Korupsi Rp145 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb