Dugaan Kasus IPAL, BLH Mura di Laporkan ke Kejari

LUBUKLINGGAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menerima laporan dari Kelompok Masyarakat Anti Korupsi (Kemas Aksi) terkait dugaan korupsi yang dilakukan Oknum Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Musi Rawas. Laporan tersebut telah diterima staf Kejari, Meta pada 28 April 2016. 

Ketua Kemas Aksi, Fauzan mengatakan bahwa dugaan korupsi itu terjadi pada tahun anggaran 2015, saat itu BLH mengalokasikan dana Rp 1.400.000.000,- kemudian dana Rp 1.283.855.000,- diperuntukkan untuk IPAL Puskesmas, yakni Puskesmas Muara Kelingi sebesar Rp 646.927.500,- sedangkan untuk Puskesmas Muara Beliti Rp 646.927.500,-

“Dari hasil penelusuran kami, saluran air menuju tangki penyaringan IPAL tetap menggunakan saluran lama. Tapi di aci saja, supaya kelihatan baru, itu di Puskesmas Muara Kelingi.

Begitupun yang terjadi di Puskesmas Muara Beliti, saluran menuju tangki pengelolaan limbah banyak yang tertutup tanah, diduga ini juga merupakan drainase lama, yang hanya dipoles supaya kelihatan baru,” kata Fauzan, Kamis (28/04/2016).

Begitu juga dengan pemeliharaan rutin berkala peralatan kantor senilai Rp 35.000.000,- “Ini juga diduga fiktif, karena peralatan kantor seperti Laptop dipakai dan dirawat pegawai masing-masing,” ungkap dia.

Diduga akibat dari penyimpangan anggaran ini, maka negara diduga dirugikan ratusan juta rupiah. Sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kami berharap agar perkara ini segera ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk memberikan efek jera terhadap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang sering merugiakan negara,” harap dia.

Terpisah Kepala BLH Kabupaten Musi Rawas, Amrullah ketika dihubungi mengatakan dirinya belum mengetahui permasalahan tersebut.

Sumber : Linggau Pos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb