Koordinasi Kecamatan diperlukan dalam pembangunan Pilar Desa

MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Untuk permudah koordinasi dan keseragaman pemasangan batas (Pilar) desa memang sebaiknya dilakukan pihak kecamatan. Karena pada prinsipnya pilar tiap desa jelas berbeda jumlahnya disini peran kecamatan mengaturnya, ungkap Assisten I Setda Kabupaten Musi Rawas, Ali Sadikin saat dibincangi media ini di ruang kerjanya, Kamis (28/04/2016).

Menurut Ali Sadikin berbedanya jumlah pilar yang dibutuhkan desa disebabkan luasnya masing-masing desa berbeda, selain itu desa yang mempunyai perbatasan alami seperti batas sungai tentu tidak diperlukan pilar.

“Tiap desa jelas berbeda, karena luasnya saja tidak sama. Selain itu, desa yang mempunya batas alam seperti sungai tidak diperlukan pilar, karena sungai tersebut sudah menjadi tanda batasnya,” jelasnya.

Walaupun di koordinir kecamatan, lanjutnya, penganggaran pilar desa menjadi tanggung jawab pihak desa melalui APBDes masing-masing. Kalau pembangunan pilar desa mengandalakn APBD (dana Kabupaten) maka akan lama selesai, sementara anggaran terbatas yakni sekitar 20 pilar yang mampu dibangun setiap tahun.

“Dengan adanya Dana Desa (DD) untuk pembangunan pilar desa, maka anggaran pilar kabupaten dapat dialihkan untuk pilar atau batas Kabupaten Musi Rawas dengan kabupaten/kota lain.

Diharapkan dengan penganggaran melalui APBDes, pilar desa dapat segera selesai tiga tau empat tahun kedepan. Karena untuk menuntaskan satu atau dua tahun tentu desa tidak mampu, mengingat anggaran untuk kegiatan lain juga.

Dengan adanya pilar desa, akan dapat memberi kepastian hukum tentang batas desa secara administrasi kewilayahan. Kepastian hukum tersebut tentu akan memperkecil sengketa antar desa maupun penduduknya,” tutup Ali Sadikin. (fs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb