Gabungan LSM : Penguasa ”Blaming” BPK

Gabungan LSM Sumsel demo BPKPALEMBANG, Jurnalindependen.com Gabungan dari berbagai Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) Sumatera Selatan (Sumsel) lakukan aksi demonstrasi di gedung BPK-RI Perwakilan Sumsel (18/04/2016).

Dalam orasi yang disampaikan Koordinator Lapangan, Dadang menyampaikan bahwa sepertinya kita kembali kezaman kolonial/penjajahan dimana penguasa negeri bisa mempengaruhi segalanya yang hanya menguntungkan diri pribadi dan golongannya sehingga rakyat dikorbankan.

“Sungguh sangat menyakitkan rasanya ketika rakyat miskin yang ada di Indonesia di pertontonkan persoalan kisruh pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang menghabiskan uang negara ratusan milyar rupiah.

Hingga klimaknya timbul ketidak percayaan terhadap hasil auditor BPK yang diperkirakan masuk angin alias ditunggangi kepentingan penguasa negeri.

Tidak dipungkiri apa yang dilakukan oleh team audit BPK di daerah diduga banyak yang yang ter indikasi dipengaruhi pengusaha dan penguasa supaya hasil pemeriksaan nantinya wajar tanpa pengecualian (WTP),” ungkap Dadang.

Kami masyarakat Sumsel sangat amat kecewa, lanjut Dadang setelah dipertontonkan acara ulang tahun salah seorang istri pejabat BPK pusat berinisial Afs yang diadakan disalah satu hotel mewah dipalembang (02/04/2016) lalu.

“Patut kita pertanyakan adalah diantara ratusan tamu undangan pada hari itu dihadiri pula oleh para bupati dan pejabat di daerah Sumsel. 

Sungguh sangat miris bangsa ini melihat tinggkah laku pejabat negara yang bermewah-mewahan  disaat rakyatnya dalam kondisi serba kesulitan dan miskin,” teriaknya.

Dari informasi Badan pusat statistik(BPS) jumlah penduduk miskin di Sumsel pada tahun 2015 yakni sebanyak 1.112.526 jiwa.

Maka dari itu tuntutan dari gabungan lembaga swadaya masyarakat sumsel menyatakan sikap ;
1. Meminta kepada ketua BPK-RI perwakilan sumsel untuk meminta maaf kepada masyarakat miskin sumsel yang telah tersakiti.
2. Meminta kepada ketua BPK-RI perwakilan sumsel mengundurkan diri karena ter indikasi melanggar etika.
3. Meminta kepada KPK untuk memeriksa anggota BPK-RI dan seluruh undangan yang hadir pada acara ulang tahun istri anggota 1 BPK-RI.

Dan rencananya selama tuntutan tersebut belum ada tanggapan gabungan LSM Sumsel akan terus ber demonstrasi di gedung BPK-RI perwakilan Sumsel, demikian kata koordinator demonstrasi tersebut mengatakan.

Sampai berita ini diturunkan, AFS Anggota BPK RI dan pihak terkait lainnya belum berhasil dihubungi. (az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb