Masih Cukup Banyak Warga Muratara MCK di Sungai

MURATARA, Jurnalindependen.com – Masih cukup banyak warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan  yang melakukan mandi, cuci dan kakus di sungai. Kondisi tersebut karena kebiasaan masyarakat meski sebagian di antaranya telah memiliki kamar mandi di rumah.

Pantauan wartawan, Rabu (14/04/2016) di Kelurahan Rupit ,  yang berada di sepanjang aliran Sungai Rawas  warga setempat sengaja membuat rakit yang terbuat dari kayu atau bambu tempat Mandi, cuci dan kakus (MCK) di sepanjang aliran sungai.

Rakit yang berukuran  lebih dua meteran atau empat meteran yang difungsikan untuk mencuci pakaian, perabotan rumah tangga dan mandi. Atau terkadang juga tempat tersebut dipergunakan untuk buang air besar (berak) sambil mandi.

 Sepanjang aliran sungai Rawas setiap desanya  banyak ditemukan Rakit dan kakus  yang biasa dipergunakan MCK, hampir ada disetiap jarak 20 hingga 50 meteran.

Menurut keterangan  warga Rupit kakus sengaja dibuat oleh warga untuk memudahkan BAB terutama saat musim penghujan yang airnya selalu deras dan dalam.

Warga yang menggunakan kakus seolah tidak peduli ada orang yang lain sedang mencuci di bagian hilir, demikian sebaliknya.

Bila kayu Rakit dan kakus lapuk, warga secara bergotong royong memperbaikinya. Demikian halnya ketika  tempat cuci rusak, lingkungan Rukun Tetangga setempat berusaha iuran untuk memperbaikinya.

Belakangan ini warga yang MCK di sungai semakin berkurang terutama setelah PDAM masuk ke wilayah Rupit  Dengan adanya PDAM banyak warga yang membuat MCK didalam rumah. Hanya memang banyak warga yang merasa lebih nyaman MCK di sungai, memandikan anak di sungai, airnya tidak perlu dibeli. (Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb