Proyek Propinsi di Musi Rawas Diduga Kurang Pengawasan

MUSIRAWAS — Koordinator Gerakan Sumpah Undang-Undang (GSUU) Kabupaten Musirawas, Herman Sawiran mengharapkan, agar pihak DPRD Propinsi Sumsel dan SKPD terkait lebih ketat melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek propinsi yang ada di kabupaten. Ia mensinyalir, selama ini pengawasan sangat kurang dan cenderung terjadi pembiaran.

Ia mencontohkan, ada dua proyek irigasi yang baru dibangun di Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas, saat ini sudah jebol. ‎Padahal menurutnya, proyek yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu, baru sekitar sebulan selesai dibangun.

“Proyek tersebut dibeberapa titik sudah jebol, yaitu di Desa Srimulyo dan Desa Sukakarya Kecamatan Terawas. Padahal baru saja selesai dibangun sekitar sebulan lalu. Yang seperti ini, kami minta agar pihak propinsi mengawasinya. Baik DPRD maupun SKPD terkait. Turun langsung kelapangan, jangan hanya menerima laporan saja,” kata Herman Sawiran, kemarin.

Ia mensinyalir, lemahnya pengawasan, membuat pekerjaan proyek tersebut diduga asal-asalan saja. Seperti misalnya, pembangunan menggunakan batu gunung. Padahal semestinya harus menggunakan batu sungai. Pihak kepala desa setempat menurutnya, juga sudah melaporkan hal tersebut. Dan pihak Bappeda Sumsel sudah melakukan investigasi. Namun, sampai sejauh ini belum ada perbaikan.

“Diawal pembangunannya dulu, kami sudah melaporkan pembangunan proyek ini. Maksudnya, agar betul-betul diawasi, jangan dibiarkan saja, karena lokasinya dipelosok desa. Namun, kami sesalkan, pengawasannya sangat minim, boleh dikatakan tidak ada,” katanya.

“Maka, dengan rusaknya bendungan yang baru selesai dibangun ini, kami minta agar pihak propinsi membentuk tim, dan melakukan sidak ke lapangan, melihat kondisi riil yang ada,” tutupnya.

Sumber : Sriwijaya Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb