Optimalkan Program CSR, Pemkab Mura Akan Undang Pakar

MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com —  Guna mengoptimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR), Pemkab Musi Rawas berencana undang pakar untuk memberikan pembekalan stake holder yang ada di Kabupaten Musi Rawas pada 23 Maret 2016 mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala BAPPEDA Kabupaten Musi Rawas, H Suharto Patih kepada Jurnalindependen.com, Senin (14/03/2016) di kantornya, Komplek Agropolitan Center, Muara Beliti.

“Supaya lebih optimal dan lebih baik dalam menjalankan CSR dari investor yang ada di Kabupaten Musi Rawas, kita akan mengundang pakar untuk memberikan penjelasan dan pembelajaran.

Rencana pada 23 Maret 2016 mendatang, acara tersebut akan di laksanakan. Kita akan undang investor yang ada di wilayah kita ini, serta aparatur pemerintah,” jelas Suharto.

Dengan adanya penjelasan pakar, lanjut Suharto, diharapkan dalam penerapan, penyaluran maupun koordinasi antara investor dan Pemkab Musi Rawas dapat berjalan dengan baik.

“Seperti didaerah lain CSR sudah dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk dari pihak pemerintah dapat melelang suatu pekerjaan kepada investor dengan memakai dana CSR dari investor bersangkutan.

CSR itu tidak mesti bidang infrastruktur saja, tapi dapat juga yang lainnya, bila berjalan dengan baik percepatan pembangunan akan dapat tercapai, anggaran pemerintah dapat dialokasikan ke yang lain, serta masyarakat dapat menikmati pembangunan,” papar Suharto.

Diketahui bahwa sejak dibentuk Forum CSR pada 2012 lalu, dalam pelaksanaan CSR kurang terkoordinasi sehingga penyalurannya dirasa urang optimal dan merata.

Dari penelusuran Jurnalindependen.com dan konfirmasi beberapa pihak, hanya anggota Forum CSR di bidang Minyak dan Gas (Migas) saja yang berkoordinasi dengan Pemkab Mura, sedangkan anggota yang perusahaannya beroperasi bidang non Migas tidak koordinasi.

Kurangnya koordinasi perusahaan non Migas dalam penyaluran CSR menyebabkan tidak meratanya bantuan CSR ke masyarakat, selain itu Pemkab Mura tidak bisa memantaunya. Hal ini diakibatkan lemahnya regulasi atau aturan mengenai anggota Forum CSR yang berkantor di SKPD Badan Penanaman Modan dan Perizinan Terpadu Kabupaten Musi Rawas. (fs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: As Salamu \'alaikum Wr. Wb